Dampak Covid-19, PPTSB Wilayah Banten Salurkan Bantuan pada 10 Sektor



Lugas.net | Banten  – Dimusim pandemi Covid 19 Yang melanda diseluruh wilayah Indonesia, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat dengan strata sosial yang beragam, tak terkecuali bagi keturunan Marga Sinaga.

Untuk itu, Punguan Pomparan Toga Sinaga Boru Bere/Ibabere (PPTSB) Wilayah Banten melakukan jemput Bola untuk Berbagi sesama anngota dengan memberikan Bantuan ke 10 sektor yang berada dibawah PPTSB  Wilayah Banten.

Ketua PPTSB Wilayah Banten, AKP (Purn) ST. Mangasi Sinaga saat di konfirmasi Lugas.net membenarkan, bentuk Bantuan Sosial dari PPTSB tersebut.

“Itu bentuk kepedulian kepada anngota PPTSB, walaupun tidak seberapa tapi intinya organisasi itu hadir melihat kondisi perekonomian negara kita saat ini,” kata Mangasi.

Mangasi menjelaskan, teknis penyaluran bantuan tersebu melalui Bidang Sosial yang terkoordinasi dengan Ketua Sektor, karena ini dana dari Kas Organisasi.

“Awal bulan ini  PPTSB Cabang Cilegon sudah melakukan Bansos dan kali ini berskala Wilayah Banten,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Bidang Sosial PPTSB Wilayah Banten, Ir Sadar Sinaga mengatakan, akan segera melaksanakan bantuan sosial dari wilayah ini dengan pola langsung ke Pengurus Sektor Masing. Dan berharap kedepan akan ada donatur yang akan melakukan Bansos serupa dengan lebih besar.
Sadar Sinaga juga meminta anggota PPTSB tetap berdoa, menjaga pola hidup bersih dan sering cuci tangan dan selalu memakai masker jika keluar rumah.

Untuk diketahui, filosofi yang dimiliki lambang timbangan “Segitiga Sama Kaki” yang dapat diartikan Parhatian Sibola Timbang, Parninggala Sibola Tali. Tuginjang Sora Monggal, Tu Toru Sora Meleng, Rap Martimbung Tuginjang, Rap Martollu Tu Toru, Paranak Pinajingjing, Par Boru Nipato toi.

“Artinya Sinaga terdiri dari 3 Ompu (tiga kakek) dan 9 bersaudara yang sampai saat ini penyebutannya tetap Sinaga. Oleh karena itu harus seimbang sebagaimana dilambangkan oleh timbangan yang berada dipuncak menara yang dibangun oleh leluhur kita tersebut. (RED)









Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dampak Covid-19, PPTSB Wilayah Banten Salurkan Bantuan pada 10 Sektor



Lugas.net | Banten  – Dimusim pandemi Covid 19 Yang melanda diseluruh wilayah Indonesia, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat dengan strata sosial yang beragam, tak terkecuali bagi keturunan Marga Sinaga.

Untuk itu, Punguan Pomparan Toga Sinaga Boru Bere/Ibabere (PPTSB) Wilayah Banten melakukan jemput Bola untuk Berbagi sesama anngota dengan memberikan Bantuan ke 10 sektor yang berada dibawah PPTSB  Wilayah Banten.

Ketua PPTSB Wilayah Banten, AKP (Purn) ST. Mangasi Sinaga saat di konfirmasi Lugas.net membenarkan, bentuk Bantuan Sosial dari PPTSB tersebut.

“Itu bentuk kepedulian kepada anngota PPTSB, walaupun tidak seberapa tapi intinya organisasi itu hadir melihat kondisi perekonomian negara kita saat ini,” kata Mangasi.

Mangasi menjelaskan, teknis penyaluran bantuan tersebu melalui Bidang Sosial yang terkoordinasi dengan Ketua Sektor, karena ini dana dari Kas Organisasi.

“Awal bulan ini  PPTSB Cabang Cilegon sudah melakukan Bansos dan kali ini berskala Wilayah Banten,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Bidang Sosial PPTSB Wilayah Banten, Ir Sadar Sinaga mengatakan, akan segera melaksanakan bantuan sosial dari wilayah ini dengan pola langsung ke Pengurus Sektor Masing. Dan berharap kedepan akan ada donatur yang akan melakukan Bansos serupa dengan lebih besar.
Sadar Sinaga juga meminta anggota PPTSB tetap berdoa, menjaga pola hidup bersih dan sering cuci tangan dan selalu memakai masker jika keluar rumah.

Untuk diketahui, filosofi yang dimiliki lambang timbangan “Segitiga Sama Kaki” yang dapat diartikan Parhatian Sibola Timbang, Parninggala Sibola Tali. Tuginjang Sora Monggal, Tu Toru Sora Meleng, Rap Martimbung Tuginjang, Rap Martollu Tu Toru, Paranak Pinajingjing, Par Boru Nipato toi.

“Artinya Sinaga terdiri dari 3 Ompu (tiga kakek) dan 9 bersaudara yang sampai saat ini penyebutannya tetap Sinaga. Oleh karena itu harus seimbang sebagaimana dilambangkan oleh timbangan yang berada dipuncak menara yang dibangun oleh leluhur kita tersebut. (RED)









Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *