Dilema Lockdown Kaum Pemulung, Butuh Uluran Tangan Sang Dermawan



LUGAS.NET – Cilegon | Biasanya, jika terjadi suatu bencana semisal banjir, gempa, longsor, kelaparan dan lain-lain, maka Pemerintah, BUMN, BUMD, Kementrian, pihak swasta, maupun ormas akan cepat tanggap dengan mendirikan Posko Peduli.

Lalu bagaimana dengan wabah penyakit atau virus yang melanda negeri seperti saat ini yakni Pandemi Virus Corona? Sudah banyak korban berjatuhan diserang ganasnya virus ini, bukankan itu juga merupakan bencana?

Ungkapan tersebut di atas menjadi pemikiran seorang Endang Jaenuddin Ketua RW 01 Kelurahan Tamansari Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Menurutnya Pandemi Virus Corona Covid -19 lebih dari pada bencana, karena korban tiap jam bertambah, bahkan beberapa daerah memperlakukan lockdown. Hal itu bukti bahwa persoalan Covid-19 adalah musibah besar.

Oleh sebab itu, Endang sebagai rakyat biasa meminta kepedulian, khususnya BUMN yang mempunyai slogan “BUMN PEDULI” hadir menerawang persoalan ini.

“Seharusnya situasi seperti ini pihak BUMN, BUMD, Kementrian dan Swasta harus peduli di lingkungan masing-masing. Apalagi jika di lingkungan BUMN tersebut ada banyak termasuk keluarga miskin, mestinya mereka peduli,” ujar Endang kepada Lugas.net, Senin (30/3/2020).

Jika pemerintah memberlakukan karantina wilayah, maka rumah tangga di bawah garis kemiskian yang paling terkena dampaknya.

“Seperti warga saya yang rata-rata berpenghasilan harian,” kata Endang.

Udin, seorang pemulung di daerah Merak mengatakan, dirinya mengaku jika tidak keluar rumah sehari maka dipastikan mereka tidak makan.

“Saya rela tinggal di rumah asalkan ada beras dan lauk sekedarnya cukup bagi kami. Saya juga takut virus corona, tapi kalau tidak keluar keliling mulung, anak istri ndak makan,” tuturnya. [RED]









Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *