Warga Merak Penyandang Disabilitas Luput dari Program Bantuan Pemerintah, Kok Bisa?


Merak – Lugas.net | Seorang pria usia paruh baya berkebutuhan khusus (disabilitas) berdomisili di Merak, Kota Cilegon – Banten, patut dicontoh akan semangatnya menjalani hidup.

Dalam keterbatasan fisiknya tersebut, tak sedikit pun ia mengeluh, tak ada kata mengeluh dalam kamus hidupnya, apalagi menghiba. Semangatnya tetap membara untuk mencari nafkah demi keluarganya. Bahkan, disaat musim pandemi covid-19 seperti sekarang ini, padahal dirinya pun tak luput dari dampak virus tersebut.

Beliau adalah Yaman, karyawan sebuah kios jasa servis eloktrinik AC dan kulkas di daerah Merak.

Disambangi Lugas.net di tempat kerjanya, ia bercerita musibah yang dialaminya, sehingga ia menjadi penyandang disabilitas. Masih jelas dalam ingatannya peristiwa 18 tahun silam.

“Kaki saya terlindas truk trailer pada tahun 2002 silam. Sejak saat itu sebelah kaki saya sama sekali tak berfungsi. Tapi selama 18 tahun saya tidak pernah mengemis di lampu merah, terbersit pun tidak,” tuturnya, Sabtu (16-5-2020).

“Kalau bicara kekurangan mah pasti lah iya, kan pengasilan saya tidak tentu, tapi saya mau bilang apa, pasrah saja hidup ini mah,” tambahnya.

Saat ini Yaman tinggal di kontrakan RT 03 Rw 03 Kelurahan Tamansari bersama istrinya yang bekerja sebagai buruh rumah makan di daerah PCI Cilegon. Tercatat sebagai warga Kota Cilegon, KTP Cilegon. Sejak kecil ia memang tinggal di Merak, orang tuanya pun warga Merak.

Ironisnya, meskipun ia dan keluarga tercatat warga Merak dan warga penyandang disabilitas, dari sekian banyaknya program bantuan pemerintah, ia mengaku belum pernah menerima bantuan sekalipun, baik dari Pemerintah Kota Cilegon maupun program pusat. Padahal banyak program bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah daerah maupun pusat bagi warga seperti dirinya.

“Kalau bicara bantuan, alhamdulilah belum ada yang mampir kepada saya. Program berupa apa saja saya belum pernah merasakannya. Termasuk bantuan bagi warga terdampak Covid-19, saya belum ada,” ucapnya.

“Satu yang saya masih berharap, kalaupun ada bantuan, kalau ada rezeki mah saya ingin membeli kaki palsu. Kalau lagi kambuh, aduh bang nyeri luar biasa,” tutupnya. (Red)









Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *