Oleh: Badia Sinaga.
Cilegon, LN – Pemilu Legislatif tidak lama lagi akan diselenggarakan, tepatnya jadwal Pileg 2024 diselenggarakan serentak pada hari rabu tanggal 14 Februari 2024 sesuai Keputusan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024.
Penulis mencoba menyampaikan bagaimana masyarakat atau yang memiliki hak suara benar-benar untuk menggunakan hak suara kepada calon wakil rakyat yang tepat baik ini untuk wakil rakyat tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, DPR-RI dan DPD(Dewan Perwakilan Daerah) dengan harapan dapat membawa bangsa RI yang majemuk ini untuk lebih baik.
Yang utama jangan golput(Golongan Putih) atau tidak memilih karena itu merupakan hal yang kurang baik dalam berdemokrasi apapun itu alasannya, penulis berharap agar pemilih menggunakan hak suara kepada colan wakil rakyat yang memiliki track records yang baik misalnya, memiliki karakter baik, wawasan luas, dan bersedia mengabdikan dirinya untuk menjadi perwakilan rakyat artinya harus fokus kepada tugas sebagai wakil rakyat.
Penulis meng ibaratkan memilih wakil rakyat harus menimal dapat diketahui sejauh apa bibit (garis keturunan), bebet (status sosial ekonomi), dan bobot (kepribadian dan pendidikan, menimal bagaimana profil calon wakil rakyat, karena bagaimana juga jika gagal memilih maka selama 5 tahun atau satu periode akan dirasakan efek yang kurang baik,kontrol yang kurang maksimal kepada eksekutif atau pemerintah.
Beberapa dekade ini tidak rahasia umum lagi dalam pileg maupun pilpres dan pilkada sesalu ada money politic (Politik uang) walaupun berbagi trik dilakukan, namun hal ini sangat merusak tatanan berdemokrasi, hanya moral dan etikalah yang dapat menghilangkan cara cara yang tidak sehat. tentunya jika calon wakil rakyat dari kalangan berada hal seperti ini tidak akan mempengaruhi, minimal apakah calon wakil rakyat dari kalangan berada ini memiliki, karakter yang baik,kemampuan wawasan, intelektual.
Penulis menganalisis bagaimana magnet yang begitu besar masyarakat ikut dalam kontestasi politik tahun 2024, antusiasme masyarakat Indonesia begitu besar dari semua golongan baik dari kalangan tokoh agama,budaya, artis, aktivis, dan lainnya tentunya hal ini menarik dimana kemungkinan belum terlihat harapan kepada wakil rakyat saat ini.
Padahal sewaktu pileg pada tahun 2019 lalu berbagai harapan di sampaikan kepada para wakil rakyat itu agar kehidupan demokrasi jauh lebih baik dari apa yang pernah dirasakan masa lalu. Meski di masa lalu DPR diibaratkan taman kanak- kanak atau bahkan disebut juga salah satu institusi yang korup di negeri ini, tak ada salahnya kita tetap berharap adanya perbaikan di masa kini dan mendatang. Ada beberapa harapan yang perlu di sampaikan kepada para wakil rakyat yang terhormat agar nuansa kehidupan politik yang demokratis terasa lebih indah dan bermakna.
Penulis berharap para wakil rakyat nantinya benarbenar menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat yang bekerja sepenuh hati mewakili rakyat, bukan wakil rakyat yang haus rasa hormat.
Intinya wakil rakyat harus berbekal sumber daya manusia yang jauh lebih baik daripada wakil rakyat saat ini harapan masyarakat DPD-RI,DPR-RI dan DPRD periode 2024- 2029 lebih kritis menjalankan fungsifungsi legislatif dari proses legislasi di parlemen; pengajuan hakhak Wakil rakyat seperti hak inisiatif, hak angket,hak tanya,hak untuk melakukan investigasi, hak bujet, dan sebagainya benar-benar dijalankan secara akademis dan politis.
Masyarakat Indonesia atau yang memiliki hak suara untuk di Pileg 2024 mendatang jangan Golput dan pilih lah wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan rakyat, era digital saat ini dapat mencari referensi di google bagaimana mengenal sosok wakil rakyat yang benar benar niat untuk membawa Negara Indonesia lebih baik lagi.(Red)














