Selasa, 21 April 2026

Sebuah Pengantar : Pembelajaran Mendalam Oleh : Dr. M. Asholahudin, M. Pd

Lugas.net, 24 August 2025, 04:27

Banten, LN – Berbicara tentang pendidikan pasti muaranya adalah bagaimana siswa di Indonesia ini bisa bersaing dengan dunia global. Siswa bisa berkompetisi dengan dunia nyata untuk menggapai masa depan yang cerah.

Keinginan inilah yang terus digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikomandoi oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed. Setelah dilantik menjadi Menteri, langsung memberikan statement tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). sebuah frasa baru bagi dunia pendidikan Indonesia tetapi tidak sebuah kebaruan bagi dunia yang lain, karena ternyata pembelajaran mendalam sudah ada sejak lama.

Pembelajaran mendalam menjadi populer karena selalu digaungkan oleh Prof Mu’ti selaku Mendikdasmen. Setiap kesempatan beliau selalu bisa bicara tentang pendekatan mendalam. Di kalangan pelaksana di lapangan pun akhirnya mulai bermunculan pembicaraan bahwa tahun ini akan berganti kurikulum setelah menterinya ada pergantian.

Apalagi Prof Mu’ti di dalam kesempatan ketika diwawancarai bahwa kalau tidak ada perubahan kenapa harus ganti menteri. Inilah yang menjadi alasan bahwa pendidikan di Indonesia akan melahirkan sebuah kerangka pembelajaran yang baru.

Kajian kajian dan diskusi publik dibicarakan oleh ahli, pengamat dan pelaku pendidikan bagaimana konsep dan arah pembelajaran mendalam tersebut. “Baru Tetapi Bukan Baru”.

Pembelajaran mendalam, dimana dalam konteks taksonomi Bloom adalah bahwa siswa dapat menguasai dalam hal menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Sedangkan pembelajaran permukaan mencakup hal mengingat dan memahami.

Michael Fullan merumuskan bahwa pembelajaran mendalam adalah proses yang dilakukan oleh siswa untuk memperoleh enam kompetensi global, diantaranya adalah karakter, kewarganegaraan, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis.

Kemendikbud mengatakan bahwa pembelajaran mendalam akan diterapkan di tahun pelajaran 2025/2026, tetapi dengan seiringnya berjalan waktu konsep dan prinsip pendekatan mendalam belum tersosialisasikan di semua sekolah.

Namun perlahan tapi pasti, di awal ajaran baru kementerian pendidikan dasar dan menengah mempunyai program prioritas terkait pelatihan pembelajaran mendalam yang diselenggarakan di satuan pendidikan seluruh indonesia.

Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Dalam pengertian yang lain tentang pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar yang menempatkan siswa sebagai pusat belajar, bukan hanya mengejar nilai atau menghafal materi.

Pendekatan ini menekankan pada proses berpikir kritis, kolaborasi, refleksi, dan keterhubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata. Pembelajaran mendalam juga didefinisikan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih sempit. Siswa didorong secara aktif untuk terlibat dalam proses pembelajaran sehingga memahami topik melalui penjelajahan lebih dalam dari topik yang diajarkan di dalam kelas.

Pendekatan pembelajaran mendalam dikenal dengan formasi 8-3-3-4. 8 (delapan) itu dikenal dengan Dimensi Profil Lulusan. Dimensi profil lulusan adalah faktor-faktor atau kompetensi utuh yang diharapkan dicapai oleh setiap siswa diantaranya Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Menekankan pentingnya nilai spiritual dalam pendidikan.

Siswa diarahkan untuk memiliki keimanan yang kuat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari), Kewargaan (siswa diajarkan untuk menjadi warga negara yang peduli, bertanggung jawab, aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitar), Penalaran Kritis (menekankan bagaimana agar siswa mempunyai kemampuan berpikir kritis agar mampu menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, dan menemukan solusi yang tepat), Kreativitas (mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai tantangan), Kolaborasi (menekankan agar siswa mampu bekerja sama, berbagi peran, dan mencapai tujuan bersama), Kemandirian (menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri tanpa ketergantungan yang berlebihan kepada pihak lain), Kesehatan (menekankan agar siswa mampu menyeimbangkan kesehatan fisik maupun mental dan juga keseimbangan antara akademis dan kesejahteraan siswa), dan Komunikasi (menekankan agar siswa mampu menguasai keterampilan komunikasi yang efektif, baik secara lisan maupun tulisan, serta mampu mendengarkan dengan baik).

Selanjutnya, 3 (tiga) prinsip pembelajaran mendalam yaitu Berkesadaran (pengalaman belajar siswayang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri, siswa mampu memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan) , Bermakna (siswa dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan, siswa mampu membangun pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya di dalam kehidupan nyata), dan Menggembirakan (suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang dan memotivasi, siswa merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran. Siswa terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan).

Kemudian 3 (tiga) pengalaman belajar diantaranya : Memahami (tahap awal siswa untuk aktif mengkontruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks, pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter), Mengaplikasi (pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas siswa mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual, pengetahuan yang diperoleh oleh siswa melalui pendalaman pengetahuan , serta Merefleksi (proses dimana siswa mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan, tahapan refleksi ini melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Terakhir adalah 4 (empat) kerangka pembelajaran yaitu Praktik Pedagogis (strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam, guru berfokus pada pengalaman belajar siswa yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi), Kemitraan Pembelajaran (membentuk hubungan yang dinamis antara guru, siswa, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama), Lingkungan Pembelajaran (menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagai ide sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa dengan optimal. , dan Pemanfaatan Teknologi Digital (pemanfaatan teknologi digital memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.

Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada siswa).
Sebuah gagasan dan inovasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang dituangkan dalam pembelajaran mendalam yang dibingkai dengan pola dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman belajar dan kerangka pembelajaran semoga berjalan dengan lancar dan dapat diaplikasikan di setiap satuan pendidikan seluruh indonesia.(Red)

Oleh : Dr. M. Asholahudin, M. Pd ( Kepala SMPN Satu Atap Cilegon Dan Dosen Universitas Al- Khairiyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *