Jumat, 17 April 2026

Podcast MELEDAK, Kholid Sebut Presiden Prabowo Berjuang Bersama Rakyat Atau Bersama Penjajah

Lugas.net, 20 September 2025, 01:14

Cilegon, LN – Sosok Kholid Migdar Nelayan asal Pontang Kabupaten Serang menjadi perbincangan publik beberapa bulan belakangan ini pasalnya keberanian Kholid melawan Pemerintah yang terkesan tunduk kepada Oligarki salah satu kasus pemagaran laut yang diduga kuat perluasan proyek PSN PIK 2.

Program Podcast MELEDAK (Mengenal Lebih Dekat) di Channel LUGAS TV menghadirkan sosok Kholid Migdar dengan tema “Kembalikan Ruang Hidup Kami Sebagai Warisan Leluhur Kami” jumat 19 september 2025 di studio outdoor lugas tv.

Saat sesi menunjukkan fhoto Presiden Prabowo untuk diminta tanggapan Kholid dengan nada lantang mengatakan “Presiden Prabowo Berjuang Bersama Rakyat Atau Bersama Penjajah”.

Penjajah yang dimaksud bukan penjajahan atau kolonialisme, namun penjajah bisa diartikan orang yang menguasai dan mendominasi wilayah atau rakyat lain secara paksa, sering kali dengan tujuan mendirikan tanah jajahan dan mengeksploitasi sumber daya alamnya demi keuntungan sendiri. apakah Presiden Prabowo berjuang bersama rakyat atau bersama penjajah.

Selama podcast berjalan banyak hal yang diberikan pertanyaan oleh host sudah sejauh apa perkembangan kasus pagar laut, sejauh apa respon dukungan organisasi organisasi nelayan seperti, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI)Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ada lagi organisasi Keagamaan ormas kepemudaan seperti KNPI.

Meminta tanggapan atau pendapat Kholid Migdar seperti respon dari Gedung Parlemen DPR RI khususnya komisi II dan juga Respon Anggota DPRD Provinsi Banten.

Ada juga pertanyaan dari respon dan sikap eksekutif hal ini pemerintah sebagai lidi eksekutor seperti Kementerian KKP, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),KPK, APH,Kepolisian.

Menurut informasi jumlah nelayan di Provinsi Banten berdasarkan informasi tahun 2025 adalah sekitar 31.500 orang. Angka ini didapatkan dari Dinas Perikanan Provinsi Banten dimana 95% di antaranya adalah nelayan skala kecil atau nelayan dengan jaring yang sederhana.

Oleh sebab itu konon Nelayan Banten disebut sebagai penjaga Selat Sunda ada cerita di masa lalu, ketika Prajurit Mongol (Etnis utama di Asia Timur yang berasal dari wilayah Mongolia dan Tiongkok) saat menyerang Jawa bentuk balas dendam dimana utusannya di potong kupingnya oleh Kertanegara.

Lanjut cerita saat pelarian prajurit Mongol dari Singasari melalui selat sunda di hadang oleh nelayan nelayan Banten yang berkumpul di Merak, Anyer, Sumur dan Kalianda sebagai pemilik Selat sunda, sehingga bila ada Etnis China keturunan Mongol mengganggu perairan Banten spontanitas darah para nelayan itu mendidih kembali seperti Kholid Migdar dan rekan rekan.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *