Senin, 27 April 2026

Wadir Ditpolairud Polda Banten, Nelayan itu Sahabat kami.

Lugas.net, 10 March 2021, 08:23

Serang ,LN — Adanya Nelayan Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel,Kabupaten Serang,yang terdampar di Pulau Tunda Senin lalu 8/03/2021 mendapatkan pesan positif dari Wadirpolairud AKBP Abdul Majid SH MH hal itu disampaikan kepada lugas.net Rabu 10/03/2021.

Menurutnya Nelayan itu sahabat kami dan saling memerlukan sebab itu Abdul Majid meminta agar Nelayan jangan sungkan kepada Aparat terlebih kepada Polair,beliau juga berpesan agar lebih waspada untuk berlayar dimana kondisi cuaca yang masih buruk dan tetep menggunakan protokol kesehatan.

“Nelayan itu saudara kami, sahabat kami,jadi kami saling memerlukan, ” Ujar Wadirpolairud AKBP Abdul Majid SH MH

Masih kata Abdul Majid”jangan sungkan para nelayan untuk memberitahu kepada anggota jika ada masalah saat beroperasi untuk menangkap ikan,dimana kita ada Markas Unit Patroli (MUP)setiap pulau yang berpenghuni, intinya saling sinergitas, “Imbuhnya.

” Mohon Para Nelayan untuk lebih waspada dan berhati-hati melihat kondisi cuasa buruk, dan selalu monitor cuaca melalui aplikasi BMKG dan tentunya melakukan protokol kesehatan, “Tandas AKBP Abdul Majid SH MH, saat ini Plt Ditpolairud Polda Banten.

Sebelumnya Sebanyak 3 nelayan asal Desa Salira, Kecamatan Puloampel terdampar ke Pulau Tunda pada Senin (8/3/2021).

Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Puloampel, Salimudin menjelaskan kronologis awal kejadian yang menimpa tiga anggotanya tersebut, karena disebabkan baling-baling perahu yang dinahkodai oleh Satmilari patah dan tidak bisa jalan.

“Karena laut dalam sementara tali tambang terbatas perahu hanyut mengikuti arus. Awalnya tiga nelayan Salira, yaitu Abah Fe’i, Rifa’i dan Satmilari berangkat dari pangkalan kemarin, Senin siang sekitar jam 2, kejadiannya saat narik jaring kipas mesin patah tertarik tambang,” jelasnya.

Pihaknya juga menceritakan selama semalaman nelayan Salira ini terhanyut di lautan lepas Selat Sunda, beruntung tidak ada kapal-kapal besar melintas yang menabraknya. Mengingat jalur Selat Sunda merupakan alur perlintasan kapal-kapal industri terpadat di Indonesia.

“Saat mendekati Pulau Tunda, mereka mendayung hingga ke darat. Dan alhamdulillah saat di sana disambut dengan hangat dan dijamu oleh dulur-dulur nelayan di Pulau Tunda, bahkan Pak Lurah dan Petugas Pos Polairud Pulau Tunda ikut hadir menerima nelayan Salira yang terdampar ini,” tuturnya.(Badia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *