Selasa, 28 April 2026

Nyontek dalam setiap karya ilmiah memang ada kadar toleransi yang diperbolehkan.

Lugas.net, 30 May 2021, 01:44

Oleh : Dr.H.Ismatullah,M.Pd

Cilegon,LN – Kuman Di sebrang Lautan Nampak, Gajah dipelupuk Mata Tak Nampak. Pribahasa, saat saya duduk dibangku sekolah SD, pelajaran tersebut dibaca, dihapal dan dikaji oleh guru kelas saat pelajaran Bahasa Indonesia.

Nostalgia itu menjadikan memory bangkit lagi dan teringat beberapa yang sangat populer dan wajib dihapalkan oleh berbagai guru yang mendidik saya.

Plagiarism dalam setiap karya ilmiah memang ada kadar toleransi yang diperbolehkan. Daftar pustaka dan daftar literatur menjadi penting untuk dijadikan dasar dalam merumuskan sebuah teori sehingga lembar kumpulan teori dasar ( LKTD) menjadi sangat penting keberadaannya, semakin banyak kita mengumpulkan maka semakin baik dukungan teori yang kita rumuskan.

Fungsi pembimbing memeriksa, membaca, mencoret, mengganti redaksional karya ilmiah dalam proses penyusunan skripsi, thesis, Disertasi, journal dan karya ilmiah lainnya merupakan tahapan penting dan sangat menentukan kualitas karyanya sehingga terhindar dari tuduhan plagiator(copy paste)dan hal itu sangat mencoreng dunia ilmiah.

Tak kuasa, bila semua pekerjaan kita pasrahkan pada bawahannya, tak terhindarkan bila semua konsep dan rencana bukan hasil dari pemikiran kita, originalitas idea, konsep dan Implementasinya harus benar-benar kita kuasai sehingga kritik, saran, debat sekalipun bisa kita argumentasikan karena kita menjiwai dan menghayatinya sepenuh hati.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *