Senin, 25 Mei 2026

Catatan Akhir Tahun 2022,Era digital Laris Manis Profesi “Tukang Kowo”

Lugas.net, 31 December 2022, 11:14

Oleh: Badia Sinaga.

Medan , LN – Siapa yang cerdas dapat membedakan hal yang positif dan yang negatif didalam arus jaman canggih dan tehnologi untuk saat ini, atau dengan bahasa modern ‘Era Digital’ apa yang harus di lakukan bagi orang-orang yang cerdas, tentunya dengan akal dan pikiran yang sehat lah.

Kecanggihan saat ini atau Era Digital ini banyak hal yang diluar logika sehat,ada orang tiba-tiba sukses,ada orang tiba-tiba viaral dan menjadi buah bibir, bahkan ada karakter kalangan tertentu di era digital menjadi lahan empuk, seperti dikampung penulis ini, di daerah Sumatera Utara ‘Tukang Kowo’

Apa itu…? ‘Tukang Kowo’ dicari di google belum ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)namun bahasa ini bukan asing di kalangan masyarakat Sumatera Utara, penggunaan bahasa ‘Tukang Kowo’ di edentikkan bagi seseorang yang melakukan marketing atau antraksi ke lokasi satu lalu ke lokasi lain(pindah pindah).

Profesi ‘Tukang Kowo’ kebanyakan menawarkan produk baik obat,kebutuhan masyarakat umum,dan lain-lain, namun disertai dengan beberapa antraksi sehingga sasaran mereka adalah tempat pusat pusat keramaian.

‘Tukang Kowo’ untuk era digital saat ini sepertinya laris manis, walaupun tampa antraksi, hanya modal keahlian bicara atau bahasa gaul ‘CEREWET’ maka dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah bahkan mengalahkan gaji seorang Manager perusahaan,contoh dagang online.jika View banyak maka berpeluang penghasilan banyak.

Tidak dibutuhkan Akademisi dalam profesi ‘Tukang Kowo’ yang penting pintar bicara, untuk tidak terpengaruh oleh para tukang Kowo masyarakat atau netizen haruslah cerdas, sekarang tinggal pilihan kepada netizen atau masyarakat.

Penulis mencoba memberikan sebuah pemandangan dalam dunia jabatan politik saat ini tentang profesi ‘Tukang Kowo’ laris manis dimana pejabat saat ini menggunakan orang orang yang pintar ngomong walaupun tentunya harus yang berisi ilmu pengetahuan, wawasan luas makanya yang dibangun adalah opini, isu,, pencitraan,beretorika dan lain-lain.atau bahasa kerennya Tukang Kowo bisa disamakan ‘BUZZER’

Makanya jangan sampai masyarakat terlena,carilah media yang masih berpatokan kepada marwahnya sebagai bagian kontrol publik bukan malah ikut arus, apa kata penguasa,apalagi medsos saat ini kalau tidak hati hati menggunakannya dapat menjadikan duri dalam diri kita sendiri.

Kesimpulan Tukang Kowo atau Buzzer adalah sistem yang dilakukan agar dapat mempengaruhi suatu kelompok untuk dapat menyakitkan kelompok tertentu yang mana tujuan adalah kekuasaan,penulis meminjamkan kalimat Bang Napi.””Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah.. Waspadalah!”(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *