Kamis, 02 April 2026

Waduh..!!! Antrian Kendaraan Kerap Terjadi di Penyeberangan Merak, Masyarakat Tuntut Pembenahan.

Lugas.net, 2 April 2026, 19:09

Merak,LN – Kondisi ini dikeluhkan oleh para sopir dan pengurus truk serta masyarakat di sekitar pelabuhan karena menimbulkan banyak kerugian bagi mereka.

Marhan, Ketua Paguyuban Pengurus Truk ( PETRUCK ) Merak, menegaskan sering terjadinya antrian panjang tersebut telah merugikan banyak pihak.

“Akibat truk-truk yang mengantri di jalan raya aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan menjadi sangat terganggu karena masyarakat tidak bisa lagi leluasa mengunakan akses jalan raya untuk kegiatan keseharian mereka. Selain itu sopir-sopir kami juga mengalami kerugian pembengkakan biaya operasional, penurunan pendapatan, terganggunya mental dan psikologis, serta klaim akibat keterlambatan pengiriman” tegas Marhan.

Marhan menuntut kapal-kapal yang banyak menganggur di penyeberangn Merak supaya bisa dioperasikan semua karena menurutnya masih banyak kapal yang tidak dioperasikan.

“Seharusnya Gapasdap mengoperasikan kapal-kapal yang banyak menganggur itu supaya antrian tidak kerap terjadi lagi” tuntut Marhan.

Tanggapan GAPASDAP

Secara terpisah menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPC GAPASDAP Merak Ir. Togar Napitupulu, MM. menegaskan bahwa kapal-kapal yang banyak menganggur di lintasan penyebrangan Merak tidak mungkin bisa dioperasikan semua karena terbatasnya jumlah dermaga tempat bersandarnya kapal-kapal tersebut.

“Jumlah kapal yang sedang tidak beroperasi atau menganggur memang banyak, tapi karena keterbatasan jumlah dermaga, maka kapal‐kapal tersebut tidak memungkinkan lagi untuk dioperasikan” tegas Togar, Kamis (2/4/2026).

Menurut Togar, supaya kapal-kapal mengganggur tersebut bisa dioperasikan secara maksimal, ASDP perlu menambahkan atau membangun beberapa dermaga baru.

“Kami akan mendorong ASDP dan pemerintah untuk segera membangun dermaga-dermaga baru agar kapal-kapal yang banyak mengganggur tersebut bisa dioperasikan secara maksimal sehingga kejadian antrian kendaraan dan kerugian-kerugian yang timbul akibat antrian tidak terulang kembali “. Tutup Togar.(Red).