Oleh: Drs. Sabam Sinaga.
Medan, LN – Mubes XVI PPTSB(Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru) tahun 2026 hendaknya kita maknai bukan sekadar sebagai forum memilih kepemimpinan, tetapi sebagai momentum introspeksi, rekonsiliasi, pembaruan, dan penguatan persaudaraan.
Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi modern, tetapi jangan sampai perbedaan itu melukai hati sesama yang masih satu darah dan satu persaudaraan.
Kita dapat belajar dari kisah tongkat Harun dalam Bilangan 17:8. Tongkat yang tampaknya kering, ketika diletakkan dalam kemah pertemuan, ternyata bertunas, berbunga dan menghasilkan buah yang matang.
Secara simbolik, kisah ini memberikan pesan bahwa kehidupan baru dapat tumbuh ketika manusia bersedia menempatkan dirinya dalam ruang perjumpaan, ketaatan, dan kebersamaan.
Demikian pula PPTSB. Tunas melambangkan sesuatu yang baru, lembut, segar dan hidup. Bunga melambangkan proses pertumbuhan dan harapan. Sedangkan buah melambangkan hasil nyata yang dapat dirasakan dan bermanfaat bagi warga Toga Sinaga.
Karena itu, kita mendoakan agar Mubes XVI melahirkan kepemimpinan yang bukan hanya memiliki jabatan, tetapi memiliki integritas, visi, keteladanan, kemampuan merangkul, dan orientasi pelayanan—pemimpin yang “berbunga dalam karakter dan berbuah dalam karya.”
Semangat PPTSB Modern Berbasis Adat dan Budaya hendaknya diterjemahkan ke dalam program nyata: pemberdayaan ekonomi warga, penguatan UMKM, pengembangan keterampilan generasi muda, jaringan usaha, simulasi dan pendidikan adat-budaya, serta gagasan Gerakan 1000 Sinaga sebagai gerakan solidaritas dan pemberdayaan yang dibahas secara terbuka sesuai mekanisme organisasi.
Adat dan budaya menjadi arga ni bonani pinasa—fondasi nilai yang menguatkan identitas dan persaudaraan—sementara modernitas menjadi cara untuk menjawab tantangan zaman. Keduanya tidak perlu dipertentangkan, tetapi dipadukan agar PPTSB semakin relevan bagi generasi sekarang dan masa depan.
Mari kita memasuki Mubes XVI dengan hati yang teduh. Tidak ada saudara yang perlu direndahkan agar saudara lain dapat ditinggikan. Tidak ada kemenangan yang layak apabila meninggalkan luka di antara orang bersaudara.
Kiranya seluruh proses Mubes berlangsung dalam semangat fairness, integrity, unity and service—adil dalam proses, berintegritas dalam sikap, bersatu dalam persaudaraan, dan nyata dalam pelayanan.
Doa kita sederhana: semoga dari forum Mubes XVI tumbuh tunas baru, berkembang menjadi bunga persaudaraan, dan akhirnya menghasilkan buah yang matang bagi seluruh warga Toga Sinaga.
“Bertumbuh bersama, berbuah bersama, dan bermanfaat bagi sesama.”
Mari kita sukseskan Mubes XVI PPTSB Tahun 2026.
Damai itu indah. Horas!(Red)
Opini Drs. Sabam Sinaga op. Batara.













