Rabu, 16 September 2026

Ada Titik Terang, Sinyal Terakhir Opsel Wartawan di Kawasan Pulau Sebesi, Lampung.

Lugas.net, 14 September 2026, 21:10

Serang, LN – Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, memasuki babak baru setelah tim SAR menerima petunjuk berupa sinyal ponsel salah satu korban.

Hasil pelacakan menunjukkan sinyal terakhir mengarah ke kawasan Pulau Sebesi, Lampung.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus pencarian Tim SAR gabungan yang hingga hari keenam masih berupaya menemukan keberadaan delapan orang yang hilang sejak Senin (7/9/2026).

Informasi mengenai sinyal ponsel itu pertama kali disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria. Berdasarkan data yang diperoleh dari operator seluler, kontak terakhir salah satu nomor telepon korban terdeteksi berada di Pulau Sebesi.

“Dari opsel (operator seluler) kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi itu,” kata Nezar saat berkunjung ke Posko SAR Nasional di Carita Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Basarnas Langsung Telusuri Lokasi Sinyal.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim SAR gabungan segera melakukan pengecekan ke lokasi yang menjadi titik terakhir munculnya sinyal ponsel.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian di sekitar Pulau Sebesi telah dilakukan sejak hari kedua operasi SAR.

Tim melakukan penyisiran di laut maupun pemeriksaan langsung ke daratan untuk memastikan keberadaan korban.

“Ada satu nomor yang sempat terdeteksi berada di perairan Pulau Sebesi. Pengecekan ke lokasi tersebut sudah kami lakukan sejak hari kedua hingga hari ini. Hasilnya nihil,” kata Amrad.

Meski telah dilakukan pencarian berulang kali, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Titik Koordinat Dekat Masjid.
Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, menjelaskan bahwa hasil pelacakan sinyal mengarah ke kawasan permukiman warga di Pulau Sebesi.

Dari koordinat yang diterima tim SAR, lokasi tersebut berada di sekitar jalan dan gerbang sebuah masjid.

“Titik koordinatnya mengarah ke depan sebuah masjid. Jadi posisinya di area jalan dan pintu pagar,” kata Rangga.

Rangga mengatakan, sinyal tersebut hanya sempat muncul satu kali pada hari kedua pencarian. Setelah itu, tidak ada lagi sinyal dari ponsel yang bersangkutan yang terdeteksi.

Menurut Rangga, pelacakan titik sinyal dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penelusuran sinyal telekomunikasi.

Namun, terkait kemungkinan sinyal tersebut merupakan kesalahan sistem atau false alert, Basarnas tidak dapat memastikan.

Rangga mengatakan, kewenangan untuk memastikan apakah sinyal yang muncul tersebut merupakan sinyal sebenarnya atau false signal berada pada pihak Komdigi maupun bagian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepolisian.

“Kami hanya menerima hasil tracking-nya, kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan pencarian di lokasi tersebut,” kata Rangga.

Sebelumnya, delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menggunakan speedboat Arupadhatu 1 untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Tim SAR gabungan hingga hari keenam masih melakukan pencarian dengan memperluas area operasi ke sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.(Red)