Sabtu, 02 Mei 2026

Puskesmas pulomerak dan tim STBM kecamatan gandeng perusahaan sekitar, salah satunya ASDP Merak

Lugas.net, 22 June 2021, 11:46

Merak, LN – Demi Mengujutkan Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Puskesmas Pulomerak dapat bantuan dari beberapa perusahaan sekitar Pulomerak, Percepatan stop buang air besar di kecamatan pulomerak, dimana jumlah rumah yang belum memiliki jamban dikecamatan pulomerak sejumlah 346 rumah.

Hal itu disampaikan kepala Puskesmas Pulomerak Dr Isnayati saat lounching DPWKel dikelurahan Tamansari,Kecamatan Pulomerak,Kota Cilegon,Selasa 22/06/2021.

Menurutnya Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) adalah suatu pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat,dengan cara pemicuan, yang memiliki 5 pilar
Stop buang air besar sembarangan (stop babs),Cuci tangan pakai sabun (ctps),Pengolahan makanan dan minuman rumah tangga,Pengamanan sampah rumah tangga dan Pengelolaan limbah cair rumah tanggung.

“Di Kecamatan Pulomerak ada 436 tidak memiliki jamban tersebar di 4 kelurahan kelurahan taman sari 102, mekar sari 107 rumah, lebak gede 88 rumah dan suralaya 49 rumah”, Ujarnya.

“Salah satu latar belakang nya juga adalah angka stunting atau anak yang kerdil yang cukup tinggi dikecamatan pulomerak kemungkinan dilatar belakangi karena kesehatan lingkungan kita yang kurang baik dikarenakan masih banyak yang masih bab sembarangan”, Imbuh Isnawati.

Lanjut Kepala Puskesmas Pulomerak “Sebenarnya kegiatan jambanisasi menggunakan dana dpwkel juga bisa namun lama karena setahun hanya paling 4 atau 5 rumah sekelurahan, sementara dikita masih banyak sekali yang belum memiliki jamban”, tuturnya.

“Kalau lambat laun bisa saja, jika dibiarkan terlalu lama,maka dampak kesehatannya juga akan cukup buruk bagi lingkungan”, imbuh nya

“Juga anak-anak kita banyak yang menjadi stunting akibat perilaku dari dulu yaitu bab sembarangan yang tidak berubah”,tandasnya

“Maka kami menggagas menggandeng csr walau tidak 100% tapi bisa segera mengatasi,dan harapannya csr perusahaan lain ikut tergugah untuk memberikan apresiasinya dalam bentuk bantuan apapun, begitu juga masyarakat bukan hanya menerima bantuan tapi tetap memberikan kontribusinya untuk berupaya stop babs minimal dengan tenaga gotong royong masyarakat dalam pembangunan jamban ini”,tutupnya.

Untuk diketahui jamban adalah kewajiban dari setiap individu Pemerintah akan memberikan stimulan sifatnya dalam bentuk pendampingan cara membuat teknologi jamban tentunya rekomendasi kemenkes(Kementerian kesehatan) membuat jamban dengan biaya murah namun kualitas tentunya tidak murahan,dan diharapkan kuantitas nya lebih banyak,Tentunya bisa mewujudkan satu rumah satu jamban dan semua kelurahan di kecamatan pulomerak mendeklarasikan odf (open defecation free) stop BABS(Buag air Besar Sembarangan) (wahyu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *