Cilegon, LN – APTRINDO (Asosiasi Pengusaha truk Indonesia) Banten menggelar talkshow yang diberikan nama ‘Mini exhibition Industri Transportasi dan finance’ dalam talkshow tersebut dihadiri kepala BPTD kelas II Banten dan sejumlah pejabat lintas Kementrian.
Kepala BPTD Kelas II Banten Drs. Benny Nurdin Yusuf,kepada awak media menyampaikan beberapa hal disamping mengapresiasi Aptrindo sebagai waduh pengusaha truk Indonesia, juga menyampaikan persoalan kendaraan ODOL (Over Dimensi dan Over Loading) yang merupakan suatu kejahatan yang harus di basmi,menurutnya persoalan kendaraan ODOL harus dicarikan solusinya.
“Saya apresiasi Aptrindo Banten menggelar talkshow ini, saya harapkan Aptrindo ini bisa menghimpun pengusaha truk, ” Kata Benny Nurdin, kamis 22/06/2023.
“Kalau bicara kendaraan ODOL(Over Dimensi dan Over Loading) tentunya ini penyakit menahun,tetapi pemerintah tidak boleh kalah, karna dampak daripada kendaraan ODOL ini,kementrian PUPR sudah menyatakan kerugian 43 triliunan, akibat dampak Kendaraan odol, ” Ucapnya.
“Standar kualifikasi jalan secara global hanya 21 ton, sementara kendaraan yang ODOL ada yang bebat beratnya sampai 40 ton, sehingga ada kelebihan 19 ton, inilah yang menyebabkan kondisi jalan rusak, ” Tutur Benny Nurdin Yusuf,Kepala BPTD Kelas II Banten baru menjabat.
“Saya tadi meminta kepada Aptrindo apa yang menjadi persoalan, sehingga sampai memuat melebihi daripada kapasitas,kalau bicara tarif tentunya kita akan kaji,tentunya dengan sesuai SOP,, ” Ungkapnya.
“Bagi saya kendaraan ODOL merupakan suatu kejahatan,mengakibatkan kecelakaan, antrian akibat jalan rusak, yang dipicu kendaraan ODOL,dan persoalan kendaraan ODOL harus tanggung jawab bersama sama, bukan hanya BPTD, ” Pungkasnya.(agus)














