Cilegon, LN – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh di penghujung November 2025 meninggalkan penderitaan dan jejak kehancuran luar biasa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan perkembangan jumlah korban akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Kamis (4/12/2025) sore, jumlah korban meninggal dunia mencapai 836 jiwa berdasarkan data yang telah dimutakhirkan pada pukul 16.00 WIB.
Parsautaon SAROHA Merak, Lebak Gede, Pulorida, Pengoreng saat menggelar arisan perkumpulan yang dilakukan sekali sebulan ini spontanitas tergerak untuk menyumbangkan donasi terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Amin Pardomuan Napitupulu S.H, M.H selaku ketua Parsautaon SAROHA membenarkan bahwa spontanitas rasa kemanusiaan muncul ketika mendengarkan adanya bencana di pulau Sumatera tersebut.
“Kami adalah anak anak rantau dari Tanah Batak yang merantau di Merak sekitarnya dan kemudian kami sepakat untuk membantu saudara saudara kita yang kena musibah banjir bandang dan tanah longsor”, kata Amin Jum’at malam 05/12/2025.
“Semoga bermanfaat bantuan yang kami berikan sebanyak 6 juta rupiah dan yayasan HKBP yang menjadi kanal untuk menyampaikan bantuan tersebut” ucap Amin.
Sementara ST Binsar Tambunan selaku pelayan Gereja HKBP Resort Cilegon yang mewakili bantuan dari Parsautaon SAROHA Lebak Gede menyampaikan ucapan terimakasih dan secepatnya bantuan ini diberikan kepada Yayasan HKBP yang membuka Posko.
“Terimakasih kepada Parsautaon SAROHA Lebakgede, Pulorida, Pengoreng yang memberikan bantuan berupa uang sebesar 6 juta rupiah,secepatnya bantuan saya berikan kepada Posko HKBP ” ,pungkasnya. (Red)








