Senin, 25 Mei 2026

BPTD Kelas II Banten Lakukan Sosialisasi Kendaraan  Over Dimension Dan Over Loading (ODOL) Di Sejumlah Titik Strategis

Lugas.net, 26 June 2025, 10:08

Cilegon,LN– Dalam rangka komitmen mewujudkan Zero Odol melalui edukasi di UPPKB dan pelabuhan penyeberangan serta mendukung kebijakan nasional menuju Indonesia bebas kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten melaksanakan kegiatan sosialisasi penanggulangan ODOL di sejumlah titik strategis di wilayah Provinsi Banten.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara bertahap sejak awal Juni 2025 di beberapa lokasi penting, antara lain UPPKB Cimanuk, UPPKB Cikande, serta sejumlah pelabuhan penyeberangan seperti Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ),dan Pelabuhan Ciwandan.
Kegiatan ini menyasar para pengemudi angkutan barang, pemilik perusahaan transportasi, serta petugas lapangan.
Selama periode sosialisasi dari 12 s.d 24 Juni 2025.

BPTD Kelas II Banten telah mencatat Seluruhnya :
Jumlah kendaraan yang diberikan penyuluhan: 2.238 kendaraan dari seluruh titik lokasi.
Persentase kendaraan yang tidak melanggar : 28% (628 Kendaraan)
Persentase kendaraan yang terindikasi ODOL: 72% (1.610 Kendaraan)

Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indra Yanto,Kamis,26/06/2025 menyampaikan bahwa,
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan persuasif dalam menekan angka pelanggaran kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL).
Kami menyadari bahwa upaya penanggulangan ODOL tidak bisa hanya dilakukan dengan penegakan hukum, tetapi juga harus disertai edukasi dan sosialisasi yang masif kepada para pelaku usaha angkutan barang,karena itu, kami hadir langsung di titik-titik krusial seperti UPPKB dan Pelabuhan yang ada di wilayah Prov. banten,” ujar,Eko.

Dalam setiap sesi sosialisasi, tim dari BPTD Kelas II Banten memberikan penjelasan melalui pendekatan langsung kepada sopir dan pengusaha angkutan, penyebaran brosur, pemasangan spanduk informasi, serta diskusi interaktif di titik-titik layanan.

Para pengemudi juga mendapatkan demonstrasi langsung mengenai pengukuran dimensi kendaraan, penggunaan jembatan timbang, serta konsultasi teknis terkait konversi kendaraan agar sesuai regulasi.
Sosialisasi di pelabuhan penyeberangan menjadi fokus utama mengingat titik-titik tersebut merupakan jalur strategis perpindahan logistik antar pulau. Di Pelabuhan BBJ dan Ciwandan, kegiatan disambut baik oleh operator pelayaran dan petugas pelabuhan, yang turut berkomitmen dalam mendukung upaya bersama mengurangi kendaraan ODOL.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
– Meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pelaku usaha angkutan barang terkait bahaya ODOL terhadap keselamatan lalu lintas.
– Mendorong komitmen bersama dalam mendukung program nasional Indonesia Zero ODOL karena #SatuNyawaTerlaluBanyak dan #KeselamatanJalanUntukIndonesia.
– Mengedukasi pengemudi dan pemilik kendaraan mengenai ketentuan teknis dimensi dan muatan kendaraan sesuai regulasi yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi:
• Penurunan jumlah kendaraan yang melanggar batas dimensi dan muatan.
• Terbangunnya kolaborasi antara pemerintah, operator pelabuhan, dan perusahaan angkutan dalam menciptakan angkutan jalan yang aman dan tertib.
• Optimalisasi fungsi jembatan timbang sebagai alat kendali kendaraan angkutan barang.
Menekan angka kerusakan jalan akibat kelebihan muatan serta mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.

BPTD Kelas II Banten menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak stakeholder, termasuk Kepolisian, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta asosiasi pengusaha angkutan.
“Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, kami yakin program Zero ODOL bisa terwujud, dan transportasi darat di Banten menjadi lebih aman, andal, dan berkelanjutan,” tutup,Eko.( Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *