Cilegon, LN – Kampus STIT(Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Al-Khairiyyah adalah kampus yang berbasis agama islam, pendidikan yang kental akan budaya keislamnya. Penghayatan inilah yang telah diteransformasikan Guru Besar KH Syam’un beserta kerabat-kerabatnya hingga saat ini terlestarikan dengan baik.
Abdurrohim Calon Ketua Dema Mengatakan Kampus STIT Al-Khairiyyah yang terletak di tengah Perkotaan Kota Cilegon tepat, di link. Citangkil Kelurahan Citangkil Kecamtan Citangkil,Kota Cilegon Semoga dengan adanya penjara suci (tempat menyamba ilmu)/Kampus, melahirkan pemuda-pemuda yang kokoh dan tangguh, memiliki khazanah keilmuan keislaman dan kebangsaan serta memiliki empati yang tinggi dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakal adil, makmur yang diridhoi oleh Alloh SWT.
Dengan adanya Dema (Ormawa) internal Kampus sebagai wadah pengembangan diri Mahasiswa dalam ketatakelolaan negara ruang lingkup kecil yang fokus pada bidang eksekutif untuk mengejawantahkan cita-cita bersama.
Karna mahasiswa memilki peran-fungsi sebagai agent of changs, agent of control social, agent of iron stock, dipandang penting untuk bergotong royong dalam membangun Peradaban yang baik dan mendidik.
Adapun Visi Mengembalikan Marwah Dema Sebagai Kawah Candradimuka Mahasiswa STIT Al-Khairiyyah dan Misi
membangun lingkungan internal Dema STIT alkhairiyah yang nyaman untuk meningkatkan produktifitas dan profesional yang kompetitif.
-Menjalin hubungan baik serta sinergis dengan seluruh elemen UKM dan UKK untuk menciptakan iklim kondusif bersama-sama.
- Menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa berupa keinginan, ide, dan gagasan bersama. Serta kritik maupun saran dari mahasiswa dengan melakukan aspirasi berkala.
- Mengoptimalkan aktualisasi minat bakat mahasiswa dalam meningkatkan prestasi dan karya.
Semntara Tujuan nya adalah Mahasiswa sebagai regenerasi pemimpin pada hari esok yang akan meneruskan perjuangan yang telah disampaikan baik tersurat maupun tersirat oleh pendahulu-pendahulu kita, para pejuang-pejuang yang telah rela meneteskan darah kentalnya untuk memperjuangkan hak orang banyak.
Maka, kita harus melestarikan dan merawatnya dengan belajar dan mencoba. Semoga hiruk pikuk yang telah dirasakan oleh orang terdahulu tidak terulang kembali dengan kesiapan, kemauan dan keberanian yang tinggi.
Diera millenial ini yang jauh dengan era sebelumnya yang mandi harus pergi ke ledeng, yang masak harus pergi kehutan, yang komunikasi jauh harus mengirim surat melalui pos, yang berpergian tak beralas, serta bersekolah yang harus mengutakan keutamaan keturunan ningrat dan raja. Dengan era yang semakin meningkat dan campur tangan kepetingan orang asing yang merajalela kita harus sigap dan tegas untuk menjawab dengan relevansi amanat yang telah disampaikan orang terdahulu.
Semoga apa yang kita upayakan bukan lain menjadi diri yang lebih baik dan bermanfaat. Amin ya robbal alamin
Kami memohon bantuan doa dan restu kepada seluruh elemen mahasiswa, khususnya mahasiswa STIT Al-Khairiyyah.
Faisal menyampaikan ucapkan terimakasi sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak yang telah memmbantu baik pikiran, tenaga dan waktu. (*Red)














