Jumat, 12 Juni 2026

Dikarenakan Tekanan Kurs Dan Biaya Operasional Berat, Gapasdap Dorong Penyesuaian Tarif Penyebrangan.

Lugas.net, 12 June 2026, 20:00

Cilegon, LN – Industri angkutan penyeberangan nasional tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ditambah tingginya harga energi global, membuat biaya operasional perusahaan pelayaran terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Mengacu pada kurs transaksi Bank Indonesia per 9 Juni 2026, nilai tukar rupiah telah berada di kisaran Rp18.136 per dolar AS. Perkembangan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap berbagai kebutuhan operasional kapal yang masih bergantung pada barang maupun jasa yang berorientasi pada mata uang asing.

Ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu, mengatakan kondisi tersebut semakin mempersempit ruang gerak pelaku usaha angkutan penyeberangan yang selama beberapa tahun terakhir telah menghadapi kenaikan berbagai komponen biaya operasional.

“Ketika kurs rupiah terus melemah sementara harga energi dunia masih tinggi, konsekuensinya adalah meningkatnya biaya yang harus ditanggung operator kapal. Tekanan terhadap kegiatan operasional menjadi semakin besar,” ujar Togar, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, dampak paling nyata terlihat pada kebutuhan pemeliharaan armada yang sebagian besar masih menggunakan komponen dan material yang terpengaruh pergerakan mata uang asing.(Red)