Cilegon,LN – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cilegon bidang kesarinahan mengutuk keras kasus tindakan diduga kekerasan anak terhadap salah satu korban di Kota Cilegon baru-baru ini.
Wakil Ketua bidang Kesarinahan DPC GMNI Cilegon Hani mengatakan bahwa kami mengutuk keras atas kejadian tersebut.
“Kami mengutuk keras dengan adanya kejadian tersebut, kejadian tersebut mencerminkan bahwa Kota Cilegon darurat kekerasan anak dimana pemerintah harus bertanggung jawab,” kata Hani melalui rilis tertulis, Rabu 24/01/2024
Ia menambahkan bahwa bidang kesarinahan GMNI Kota Cilegon akan terus mengawal kasus-kasus serupa karena takut ada korban yang tidak berani bicara.
“Sebagai organisasi nasional bidang khusus Sarinah atau perempuan, kami akan terus mengawal kasus serupa dan akan terus mengadvokasi karena khawatir ada kejadian serupa tapi korban tidak berani bicara dan kami siap mengawal agar korban berani bicara,” jelasnya.
Sementara itu, sekretaris Wakil ketua bidang kesarinahan DPC GMNI Cilegon, Winda juga mengharapkan bahwa seluruh pihak stakeholder yang bertanggung jawab untuk lebih serius menangani kasus serupa dan siap mendukung pemerintah dalam mengatasi persoalan kasus kekerasan seksual di Kota Cilegon ini.
“Kami bidang kesarinahan yang khusus membidangi kasus perempuan berharap pihak stakeholder terkait yang bertanggung jawab untuk lebih serius menangani kasus kekerasan anak di Kota Cilegon dan dengan kesiapan, kami juga akan mendukung pemerintah dalam mengatasi persoalan kasus kekerasan seksual di Kota Cilegon agar bisa menjadi Kota Ramah Anak,” katanya.
Untuk diketahui terjadi kekerasan salah satu Anak inisial A di wilayah Perumnas, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, dengan peristiwa ini DPC GMNI Cilegon meminta kasus kekerasan terhadap anak ini aparat terkait agar serius menangani kasus tersebut. (Agus)














