Oleh : Badia Sinaga.
Banten, LN – Konon khabarnya media berperan menangkan Jokowi Presiden terpilih Joko Widodo di karnakan dengan media komunikasi baik sehingga publik mengetahui sosok dari Ir Joko Widodo atau Jokowi seperti yang diungkapkan direktur lembaga pemantau media sosial, Deddy Rahman, mengatakan kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014 membuktikan peran media.
Lalu bagaimana dengan ribuan bakal calon pemimpin daerah dalam pilkada serentak tahun 2024 ini, apakah mereka mengikuti cara dari Joko widodo atau malah menggunakan cara baru, di karnakan cendrung suasana politik yang mungkin seperti sudah berbeda.
Penulis menceritakan bagaimana peran dari perusahaan media yang sangat efektif untuk sarana menyampaikan ke publik dengan bahasa jurnalisme yang keakuratan dapat dijamin, sehingga publik dapat menerima dengan mudah dimengerti.
Banyak sekali saat ini menggunakan media sosial dari tim pasangan bakal calon gubernur baik juga bupati dan walikota tentunya itu semua baik, namun sebagian netizen dan publik cendrung tingkat kepercayaan informasi dari media independen atau yang tidak berafiliasi dengan pasangan tertentu.
Berpolitik santun dan bermedia santun tentunya itu yang diharapkan,namun derasnya kecanggihan tehnologi menimbulkan perang opini yang kadang-kadang diluar ketentuan peraturan yang lazim,sehingga cendrung terkesan adu domba yang tentunya tidak diharapkan.
Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak tahun 2024 ini jika tidak ada halang melintang akan diselenggarakan 27 November tahun ini artinya ada ribuan calon kepala daerah yang akan bertarung untuk menjadi pemenang memimpin daerah nya.
Para calon pemimpin daerah disarankan gunakan perusahaan media yang memiliki rekam jejak yang baik, tujuan untuk penyampaian visi misi, company profile, kegiatan kegiatan selama tahapan tahapan, jika memang keinginan para bakal calon pemimpin daerah murni untuk mensejahterakan rakyat dengan program yang disampaikan pasti publik akan memperhitungkan di karnakan netizen sudah cerdas dalam Bersosial media.
Sebagai perbandingan informasi yang sudah mengalami hasil positif ketika dekat dengan media adalah salah satu contoh Jokowi, Alex Noerdin-Ishak Mekki untuk Sumatera Selatan, dan Ridwan Kamil, Ahok dan lainnya
Penulis berharap pilkada tahun 2024 ini berjalan dengan koridor yang ditentukan oleh pemerintah, agar melahirkan pemimpin daerah yang murni bukan karbitan yang desain terkesan pemimpin yang baik.jangan dibiarkan demokrasi Indonesia ini mengalami kemunduran, dimana belum genap 100 tahun sudah mengalami perubahan alam demokrasi yang suram.
*Gunakan Media Yang Profesional*
Dimana sebagai 4 pilar demokrasi.(Redaksi)














