Sabtu, 16 Mei 2026

Klarifikasi Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Cilegon, Pihaknya Tidak Mau Gegabah, Takut Salah Prosedur

Lugas.net, 6 May 2023, 16:11

Cilegon, LN – Adanya tumpukan aset dan peralatan penunjang belajar di sekolah SMPN 6 Kota Cilegon yang terkesan kumuh,dimana pemberitaan disalah satu portal media online, mendapat respon positif dari pihak sekolah.

Ahmad Safrudin,SE Kepsek SMPN6 Kota Cilegon mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya sama sekali tidak ada pembiaran terhadap aset dan peralatan penunjang belajar di sekolah, namun butuh waktu dan tidak mau gegabah menurutnya seharusnya sesuai prosedur.

“Kami dari SMPN 6 CILEGON,terkait dengan beberapa aset sekolah yang sudah rusak dan tidak layak pakai sama sekali tidak melakukan pembiaran, ” Kata Ahmad Safrudin sabtu 06/05/2023.

“Pihak sekolah sedang dan terus melakukan penanganan, dengan melakukan langkah langkah yang di lakukan sekolah contohnya aset yang masih bisa dan layak di perbaiki kita lakukan perbaikan dan di manfaatkan kembali, ” Ucapnya.

“Juga yang tidak bisa di perbaiki atau tidak bisa di manfaatkan lagi rencana akan kita hapuskan,dan terkait penghapusan aset sedang di urus ijin penghapusannya ke dinas pendidikan dan ke bagian aset pemda, dimana dalam proses penghapusan ini kami tidak mau gegabah takut salah prosedur,namun kami mengikuti arahan dari dinas terkait,”ungkap kepala sekolah SMPN 6 Kota Cilegon.

“Dan kami juga berkonsultasi dan meminta saran dan masukan kepada duta lingkungan kota Cilegon dalam upaya menata lingkungan sekolah yang lebih baik, ” Ujarnya

Sebelumnya disalah satu media online diberitakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI) Cilegon menyesalkan adanya penumpukan aset dan peralatan penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan tidak terurus di area lingkungan sekolah. Kondisi itu terkesan pihak sekolah mengabaikan standarisasi sekolah sehat yang dicanangkan Pemerintah kota (Pemkot) Cilegon.(Agus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *