Selasa, 28 April 2026

PERMANAS Tangsel Soroti Lonjakan ISPA, Sebut Udara Kota Tangsel Buruk Ada 10 Tuntutan Ke Pemerintah

Lugas.net, 14 August 2025, 08:26

Tangerang Selatan , LN – Pergerakan Mahasiswa Nasional Tangerang Selatan (Permanas Tangsel) menyoroti meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tangerang Selatan yang diduga kuat berkaitan dengan kualitas udara yang buruk.

Ketua Permanas Tangsel, Don Aang, menyatakan bahwa ISPA merupakan penyakit menular serius yang berisiko tinggi di daerah perkotaan dengan polusi udara dan kepadatan penduduk tinggi seperti Tangsel. Faktor polusi udara, perubahan cuaca ekstrem, serta penanganan yang kurang optimal dari Dinas Kesehatan, disebut memperburuk situasi.

“Lonjakan kasus ISPA ini bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga membebani sistem layanan kesehatan dan mengganggu aktivitas sosial-ekonomi masyarakat,” ujar Don Aang.

Berdasarkan konsolidasi internal Permanas Tangsel, organisasi ini menyampaikan sepuluh tuntutan kepada Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan Tangsel, yaitu:

1. Peningkatan efektivitas program pencegahan ISPA melalui edukasi, deteksi dini, dan penyuluhan yang menjangkau wilayah rawan polusi.

2. Peningkatan anggaran sektor kesehatan, khususnya untuk penanggulangan penyakit menular agar program preventif tidak bersifat simbolis.

3. Evaluasi menyeluruh program pencegahan ISPA dan publikasi hasilnya secara transparan sebagai bentuk akuntabilitas publik.

4. Koordinasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan perangkat kelurahan dalam merespons risiko ISPA akibat polusi udara.

5. Integrasi pemantauan kualitas udara real-time dalam sistem peringatan dini kesehatan masyarakat, terutama di sekolah, rumah sakit, dan kawasan padat penduduk.

6. Peningkatan kapasitas puskesmas dan rumah sakit dari sisi obat-obatan, ruang perawatan, dan tenaga medis.

7. Penyusunan SOP penanganan ISPA berbasis data agar respons pemerintah lebih sistematis.

8. Pengawasan ketat terhadap sumber polusi udara seperti pembakaran sampah, asap kendaraan, dan industri di dekat permukiman.

9. Pelibatan aktif masyarakat dan organisasi lokal dalam perencanaan serta pelaksanaan program pencegahan ISPA.

10. Pembentukan tim pemantau independen yang melibatkan akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat sipil untuk mengawasi kebijakan penanggulangan ISPA.

Permanas Tangsel menegaskan bahwa masalah ISPA tidak bisa diselesaikan secara parsial, tetapi memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga partisipasi aktif masyarakat.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *