Cilegon, LN – Kegiatan Pembinaan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol Kota Cilegon tahun anggaran 2025,di laksanakan di aula kantor Kelurahan Gerem,pada Jum’at 12/09/2025.
Dalam acara pembinaan ini Posyantek Citra Muda Kelurahan Gerem menggagas inovasi baru yang mana berupa pemanfaatan air sumur bor menjadi air yang siap di minum.
Rahmadi Ramidin, selaku Lurah Gerem menjelaskan bahwa,gagasan ini berangkat dari. kebutuhan masyarakat lingkungan Gerem terhadap kebutuhan air minum, dengan biaya lebih murah dan terjangkau yang mana selama ini 20 sumur bor yang sudah di bangun hanya di manfaatkan untuk kebutuhan air bersih sehari hari sementara warga masih membeli air isi ulang untuk di konsumsi sehari-hari.
“Kami ingin sumur bor yang sudah ada tidak hanya menghasilkan air bersih tetapi juga dapat di minum,dengan pendekatan teknologi yang ada standar baku mutu air minum dapat terpenuhi di wilayah Gerem,” ujarnya.
“Harapan Kami wilayah Gerem yang dulu kekurangan air justru bisa memproduksi air minum sendiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup, Rahmadi Ramidin.
Di tempat yang sama Ketua Posyantek Citra Muda Kelurahan Gerem, Chaidar Firmansyah Akbar, menambahkan bahwa gagasan ini lahir dari diskusi internal beberapa bulan terakhir, Sebelumnya Posyantek berfokus pada teknologi Pyrolisis,dimana sampah plastik yang di hasilkan masyarakat Gerem di olah menjadi BBM,namun terkendala anggaran ide tersebut tidak dapat di lanjutkan.Sekarang kami fokus pada penyaringan air sederhana yang memungkinkan air sumur dapat di minum langsung.
“Tujuan utama program ini bukan untuk membuat bisnis depot air minum, melainkan murni untuk di konsumsi oleh masyarakat,agar beban masyarakat berkurang,mesti begitu tidak menutup kemungkinan pengembangan lebih lanjut jika kebutuhan masyarakat semakin besar akan mengarah ke sana,”ujarnya.
“Rencana awal akan kami buat dari iuran anggota, targetnya dapat di uji coba pada Desember 2025 atau Januari 2026,kalau berhasil baru kami ajukan bantuan ke pemerintah atau industri, untuk estimasi biayanya sekitar Rp.30.000.000, s/d Rp.50.000.000; per unit tapi untuk tahap awal cukup dengan versi sederhana dan dengan biaya murah,” tutup, Chaidar.
Kepala Bidang (Kabid) DPUPR.Kota Cilegon, Edi Hilfiandi,selaku pemberi materi pembinaan pada Posyantek Kelurahan Gerem, mengapresiasi pemerintahan kelurahan Gerem,Ia menjelaskan bahwa upaya ini serupa dengan program yang pernah di lakukan pada Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan di tahun 2023 yang lalu bersama organisasi profesi dan industri air minum.
“Bagi kami yang terpenting kebutuhan air bersih harian masyarakat Gerem jangan sampai terganggu, Kalau ingin memproduksi air minum aturannya sama dengan memproduksi depot air isi ulang,debit sumur air yang di uji agar tidak kering dalam kurun waktu 2 s/d 5 tahun. Kami akan mendukung tetapi harus koordinasi dengan pemerintah dan industri,” kata,Edi Hilfiandi.
Dengan adanya inisiatif ini, masyarakat Gerem di harapkan tidak hanya terbantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih tetapi juga bisa menikmati air minum layak konsumsi langsung dari 20 sumur bor yang telah di upayakan oleh pemerintahan Kelurahan Gerem tersebut. (Ags).














