Sabtu, 02 Mei 2026

Satrya Ika Putra Kepala BNNK Kota Tangerang Selatan Apresiasi Masyarakat Penggiat Anti Narkoba

Lugas.net, 6 February 2025, 06:15

Tangerang  Selatan, LN – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan,Provinsi Banten saat ini di jabat oleh,Satrya Ika Putra,SH,MH dimana pria kelahiran Sumatera Barat ini, pertama kali bergabung di BNN Pusat pada akhir tahun 2018, bertugas di biro hukum BNN, sebelum bergabung beliau merupakan salah satu pegawai organik pada institusi kejaksaan.

Pada tahun 2021 awal,beliau menjabat sebagai kepala BNN Tangerang Kota, selanjutnya untuk penyegaran organisasi beliau di pindah tugaskan pada awal tahun 2023 untuk menjabat sebagai kepala BNNK.Tangerang Selatan, provinsi Banten hingga saat ini.

Saat di sambangi Lugasnet,Kamis,06/02/2025 di kantornya yang beralamat di Jl.Raya Serpong No.1, kecamatan Setu,kota Tangerang Selatan,Banten menyampaikan di wilayah yang beliau pimpin potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba cukup banyak pihak terus melakukan kegiatan salah satu P4GN.

“Kota Tangerang Selatan yang wilayah pemerintahannya mencakup 7 kecamatan serta 54 kelurahan,dimana beririsan dengan kota Jakarta,Depok serta Jawa Barat, yang tentunya penyalahgunaan serta peredaran narkoba cukup banyak”, Kata Satrya Ika Putra, kamis 06/02/2025.

“Tentunya kami terus aktif mensosialisasikan serta melakukan penyuluhan P4GN, kepada masyarakat, sekolah,karang taruna,PKK, serta instansi lainnya dan kami juga melakukan Sosling (Sosialisasi keliling) di tempat tempat keramaian dengan menggunakan mobil setiap minggunya ujar,Satrya Ika Putra,SH,MH.

“Disamping itu pula kami mempunyai SAKA (Satuan Karya) anti narkoba yang mana pertama kali di cetuskan oleh BNNK.Tangerang Selatan,satuan karya ini hadir sebagai kepedulian kita dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda.” paparnya.

“BNN untuk misinya tidak lagi menyasar pada pengguna narkoba,yang mana kebijakan pimpinan yang baru sekarang ini,kita berusaha untuk memulihkan,dalam arti merestorasi justice mereka didalam hal mengunakan menjadi tidak menggunakan,” ungkapnya.

“Dalam beberapa tahun ini kita menggunakan “Hard Power Approve” atau pendekatan secara keras, untuk menangkap semua pengguna,serta memenjarakan, sudah tidak efektif lagi,dimana faktanya semua lapas penuh dengan napi narkotika,yang mana merupakan efek domino bagi pengguna, yang mana di dalam lapas mereka masih bebas menggunakan narkotika.” imbuhnya.

Lebih lanjut kepala BNNK.Tangerang Selatan mengatakan “Untuk para pecandu lebih takut di rehabilitasi dari pada di tahan, karna apabila mereka di rehabilitasi mereka tidak bisa mengunakan serta mendapatkan barang narkotika,dan apabila mereka di lapas mereka masih bisa sembunyi sembunyi menggunakan nya,di karenakan di penjara bisa bertemu dengan para bandar,” ungkapnya.

“Kamipun mengapresiasi, mensupport serta menghargai terhadap kawan kawan pengiat anti narkoba di wilayah kami yang membantu pemerintah dalam hal pencegahan dan penyalahgunaan narkoba seperti,GANNAS, GRANAT,GAN,GMBN,dll,Kami berharap masyarakat agar lebih pintar karna kalaw tidak pintar mereka akan terjebak oleh pengguna narkotika,yang mana narkotika berbahaya bagi kesehatan dan masadepannya,” tutup,Satrya Ika Putra,SH,MH.(Agus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *