Oleh : Badia Sinaga.
Cilegon, LN – Janji adalah sebuah kontrak psikologis yang menandakan transaksi antara 2 orang atau lebih.sedangkan janji politik adalah sebuah kontrak politik yang sulit dipercaya akan terselesaikan,namun harus tetap di kawal.
Pilkada serentak 2020 terlebih di masa pandemi covid19, akan menjadi menarik dan layak dicermati.Gaungnya bergairah pada semua kalangan, itu tampak saat menjelang kampanye lalu pasca kampanye dan pemilihan suasana bergairah turun drastis. Semua berubah dan berjalan datar, seolah persoalan kepemimpinan selesai.
Janji politik tidak asing lagi di tengah- tengah masyarakat, ada istilah mundur kena, maju kena, seperti janji Jokowi presiden RI terkait Mobil SMK, sudah seperti apa terealisasinya, coba klik Google, sudah terjawabkah janji sang Presiden?
Mungkin semua peserta kontestan Semasa kampanye sedari dulu, begitu banyak program yang ditawarkan kepada masyarakat. Dari menjelang Pilkada,memang calon pemimpin pandai merayu, pintar meminta simpati dan jago memberi harapan. Alhasil, rakyat terpesona lalu terperangkap dalam jebakan kata yang dioles dengan kemampuan mengumbar janji.
Polanya mengobral janji, menebar pesona dengan ada janji tentang akan menghadirkan hidup baik, ada janji tentang pendidikan gratis, ada janji tentang perbaikan jalan raya, ada janji tentang perbaikan harga, ada janji tentang perlindungan Tenaga Kerja dan penyediaan lapangan kerja, ada janji membangkitkan UMKM, ada janji kesehatan gratis, ada janji tentang perbaikan saluran air, ada janji peningkatan pertanian, dan sederetan janji manis lainnya.
Memang tidak semua pemimpin terpilih berlaku demikian, ada banyak pemimpin yang menepati janjinya. Namun, beberapa fakta menunjukan bahwa sebagian pemimpin ketika mereka sudah terpilih dan duduk pada tahta singgasana kepala daerah, seringkali lupa atau pura-pura lupa terhadap janji-janji yang pernah diobralkan dihadapan masyarakat pada saat melakukan kampanye baik yang dilakukan oleh calon itu sendiri maupun oleh tim suksesnya termasuk oleh partai-partai pengusung maupun pendukungnya.
Seperti Walikota Cilegon H.Helldy Agustian dan Wakil walikota Cilegon H.Sanuji Pentamarta,yang menawarkan janji saat Pilkada, salah satu KCS(Kartu Cilegon Sejahtera) dari sekian janji politik nya,dari analisa pikiran saya selaku penulis artikel ini,kepimpinan baru berjalan, toh juga baru seumur jagung, kritik silakan, sebagai masyarakat sama-sama mengkawal, setiap kebijakannya,ketika diakhir masa jabatan minim dilakukan janjinya, namanya juga “Janji Politik” Namun jika dilaksanakan janji politik nya ingat jangan lupa memilih dia kembali.
Berikan kesempatan mereka Bekerja,Bekerja dan Bekerja agar fokus dengan janjinya,masyarakat dan media siap mengawal,setiap program yang pro rakyat kita angkat jempol, namun yang tidak pro rakyat kita kritisi.
Artikel Orang Pinggiran














