Cilegon, LN – Berdasarkan pedoman Kemendikbudristek No.56 tahun 2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah sebuah kegiatan kokurikuler yang berfokus pada pendekatan projek untuk memperkuat upaya dalam mencapai kompetensi dan karakter yang sesuai dengan profil pelajar pancasila yang di dasarkan pada standar kompetensi kelulusan (SKL).
Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) merupakan program yang di rancang oleh Kemendikbudristek sebagai bagian dari kurikulum merdeka, yang bertujuan untuk mendorong tercapainya profil pelajar pancasila.dimana P5 ini telah di
tetapkan oleh Kemendikbudristek pada jenjang tingkat SD sampai SMA/SMK,
SMPN.10 kota Cilegon dalam mengempletasikan program P5 di sekolah tersebut,salah satunya dengan cara memberikan edukasi bagaimana membuat pupuk kompos,yang mana merupakan bagian dari implementasi kurikulum merdeka,dengan salah satu tujuannya adalah, mengenalkan bagi para siswa/siswi sampah organik menjadi nilai ekonomis menjadi pupuk kompos,yang mana sampah organik tersebut mudah di dapatkan di sekitar lingkungan sekolah. 
“Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang memang ini membedakan antara kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP),tahun 2013 dengan kurikulum merdeka saat ini,”akan muncul dari P5 ini,” ungkap, Evalia Nur, Selasa,17/09/2024,selaku kepala sekolah SMPN.10 Cilegon.
“Pemerintah ingin memunculkan,pembentukan karakter siswa/siswi yang mana tidak selalu mempelajari tentang akademiknya, tetapi tentang karakternya juga,yang nantinya karakter bagi para siswa/siswi ini akan muncul dari P5 ini,” ucapnya Evalia Nur.
“Namanya projek, yang harus di implementasikan nantinya akan ada kerjasama,antara siswa/siswi tersebut dimana nantinya akan tumbuh sifat sifat positif, terhadap siswa/siswi seperti; sifat tolong menolong,kerjasama, mandiri,serta saling menghargai yang mana nantinya nilai di raport siswa/siswi tersebut tidak hanya nilai akademik saja tetapi juga ada nilai akademik,sikap serta ketrampilan,” paparnya.
“Sedang berjalan pada hari ini Selasa s/d Jumat minggu ini,tentang pembuatan pupuk kompos,yang mana di hari pertama para siswa/siswi ini mengumpulkan sampahnya salah satunya daun daun yang kering yang berada di lingkungan sekolah,untuk di manfaatkan menjadi pupuk kompos,” tutup,” Evalia Nur.(Agus).














