Merak, LN – salah satu warga link Mekar jaya RT 01,RW 07,kelurahan Mekarsari,kecamatan Pulomerak,inisial VK Membawa anaknya Fiki(5)yang mengalami luka ke Puskesmas Pulomerak sabtu 21/08/2021 sekitar jam 12-30 wib,namun sayang menurut warga ini pihak Puskesmas mengatakan sudah tutup dan melihat luka kemungkinan akan dijahit,namun warga ini meminta kembali kerumah.
Dengan dugaan penolakan ini salah satu warga membuat postingan terkait apa yang dialami oleh warga tersebut ke akun FB omma Dian, dengan menulis kejadian lagi mengatakan penolakan pasien di Puskesmas Pulomerak, lalu dirujuk ke RSUD Panggung rawi juga ditolak dengan alasan luka sudah terlalu dalam dan mengatakan jurum tidak ada dan benang habis.
Dengan peristiwa ini lugas.net langsung konfirmasi kepada pihak Puskesmas Pulomerak melalui kepala UPTD Puskesmas Pulomerak dr.Isnayati mengatakan benar ada warga membawa anaknya dalam keadaan luka, namun membantah UGD menolak,dimana posisi luga sudah cukup besar makanya dibuat rujukan penanganan rumah sakit.
“Tidak ad penolakan Pak, pasien datang jam 1 kurang jadi poli rawat jalan memang sudah tutup, kalau UGD kami buka 24 jam”, Ujar Isna Minggu 22/08/2021.
Lanjut dr Isna “Tapi ibu pasien maunya berobat rawat jalan saja minta dikasih salep, lalu petugas kami sampaikan kalau rawat jalan sudah tutup,lalu ditanya memang anaknya kenapa?”,imbuh Kepala UPTD Puskesmas Pulomerak.
“Lalu setelah dilihat petugas bilang harus dijahit, tidak bisa dikasih salep saja,tapi warga menolak, karena minta salepnya dulu saja dan mau izin dulu ke kakek pasien”, tandasnya.
” Lalu datang malam hari, tentunya kita harus SOP,Karna memang lukanya sudah >6 jam,mesti dilakukan tindakan di Rs, dan Sudah bukan difaskes1,maka kita rujuk kerumah sakit “, Pungkasnya.(Badia)













