Cilegon,LN– Pesantren Tahfidz Al Qur’an ADZ-DZIKRA berlokasi Jl.Dharma Kusuma Pagebangan No.165,Ketileng Barat, Kota Cilegon,telah banyak melahirkan para generasi penghafal Al-Quran
serta mencetak pemimpin pemimpin bangsa yang hafal Al-Quran,bukan saja cerdas secara intelektualitas secara spiritual namun juga dekat dengan Al-Qur’an.
Pondok pesantren yang di miliki oleh, Buya Tsabit El Zufri ini telah berdiri sejak tahun 2021 serta memiliki guru pengajar sebanyak 25 orang , pesantren ini juga memiliki satri/ santriwati yang berasal dari berbagai daerah seperti,Jambi, Pandeglang, Lampung, Serang, Bogor, Tangerang dan Cilegon.
Buya Tsabit El Zufri,selaku pimpinan pondok pesantren Tahfidz Al -Qur’an ADZ-DZIKRA,saat di sambangi,Rabu,23/07/2025, mengatakan,pesantren kami merupakan pesantren Tahfidz Al Qur’an yang mana melahirkan generasi para satri/santriwati penghafal Al-Quran,serta menjadi percontohan bagi pesantren pesantren yang berada di Kota Cilegon.
“Pesantren kami juga mencetak para pemimpin pemimpin bangsa yang hafal Al-Quran,bukan saja cerdas secara intelektualitas secara spiritual namun juga dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah ketika pemimpinnya dekat dengan Al-Qur’an dekat dengan allah ,insya allah negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur akan tercipta,” kata,Buya Tsabit El Zufri.
“Di Kota Cilegon pesantren ADZ-DZIKRA ini merupakan pesantren pertama,yang mengawali adanya program Tahfidz Al Qur’an program penghafal Al-Quran, Alhamdulillah pesantren kami menjadi motor serta inspirasi bagi para pesantren diKota Cilegon,” ujarnya.
“Semoga kedepan kita terus Istiqomah dalam jalan dakwah ini, untuk terus mencetak generasi generasi penghafal Al-Quran,” tutup,Buya Tsabit El Zufri.
Sementara itu di tempat yang sama,Nadzir pesantren tahfidz Al Qur’an ADZ-DZIKRA, Asep Jubaedi S.Ag menjelaskan bahwa, untuk saat ini pesantren kami eksklusif membatasi jumlah santri karena kita menitik beratkan pada mutu kwalitas dibanding kwantitas atau jumlah santri, untuk santri/santriwati kami secara keseluruhan sekitar 150 Untuk tingkat SD,SMP,SMA & SMK,” paparnya.
“Harapan kami kepada pemerintah daerah,lebih di perhatikan lagi bagi pesantren yang berada di Kota Cilegon,serta bagi orang tua agar anak anak dapat di arahkan untuk masuk pesantren,yang mana Kota Cilegon ,merupakan julukan kota santri tetapi minat anak anaknya untuk mondok menjadi santri, sangat minim,” tutup,Asep Jubaedi. (Ags).














