Oleh : Badia Sinaga.
Cilegon, LN – Di hari sabtu 31 januari 2026 masyarakat Kota Cilegon di selemuti rasa kuatir dan ketakutan dimana adanya dua peristiwa yang menjadi objek nitizen untuk menposting ke media sosial dengan tujuan agar lebih diketuai masyarakat lainnya.
Sekitar pukul 04 -00 Wib wilayah Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon tepatnya kawasan permukiman dan industri di Kelurahan Gunungsugih, terendam banjir. Bahkan Jalan Pengabuan di depan PT NSI dan PT Chandra Asri mulai terendam.
Dimana khabarnya air yang turun dari perbukitan sepertinya tak bisa mengalir ke laut karena terhalang oleh bangunan pabrik mungkin kah itu penyebabnya?
Pada hari yang sama sekitar pukul 14 -wib beredar video di berbagai WAG (WhatsApp Grup) yang berdurasi 48 detik yang mana dalam video tersebut mengatakan ‘Gas Te Bocor Bocor’ sambil berjalan mengabil video melalui lubang angin pagar perusahaan tersebut sehingga tampak kumpulan berwarna Kuning keemasan dari dalam perusahaan tersebut.
Peristiwa dugaan kebocoran gas diduga milik PT.Vopak sudah ditangani pihak kepolisian hal ini Polres Cilegon dan pasca peristiwa kebocoran gas tersebut beberapa warga mengalami keluhan seperti sesak napas dan susah menelen.
Diharapkan pemerintah Kota Cilegon hal ini dinas lingkungan hidup dan pihak yang berwenang agar menyampaikan kronologi peristiwa dan apa dampak bagi masyarakat.
Untuk diketahui jika menghirup gas pabrik beracun (seperti karbon monoksida, amonia, atau klorin) dapat menyebabkan dampak akut berupa iritasi parah pada saluran pernapasan, mata, dan tenggorokan, batuk darah, pusing, pingsan, hingga sesak napas akut. Paparan jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, penyakit jantung, kerusakan otak, dan kematian. (Red)




