Toraja, memiliki alam yang indah. Udaranya sejuk dan segar, anginnya bertiup semilir. Sebagai destinasi wisata, Toraja menawarkan sensasi. Ada Goa Londa dimana wisatawan dapat merasakan pemandangan unik dengan peti-peti mayat yang tersimpan di goa-goa pada tebing batu berbukit terjal. Takut? Tak perlu! Karena, makam Gua Londa tidak seperti makam pada umumnya.Ada layanan jasa ojek, becak motor, mobil sewaan atau kendaraan pribadi dari Pusat Kota Rantepao yang bisa mengantarkan kita ke lokasi. Untuk perjalanan melalui Makassar menuju Rantepao memakan waktu sekitar 8-9 jam menggunakan bus angkutan umum. Londa sendiri merupakan objek wisata makam goa yang berada di sebuah bukit, di dalamnya berisi peti mati, tulang, dan tengkorak jenazah yang sudah berumur ratusan tahun.
Di Goa Londa, peti jenazah yang ada tidak dikuburkan tapi hanya diletakkan begitu saja. Tidak tampak aura horor dan tidak berbau mayat, meski banyak tengkorak yang berserakan dan peti mati yang berumur ratusan tahun. Kondisi dalam goa juga tidak panas sama sekali, justru berhawa sejuk dan sepoi-sepoi. Setiba di objek wisata Goa Londa, pengunjung disambut beberapa orang pemandu wisata (tourist guide). Mereka membawa lampu petromaks yang dapat dipilih oleh pengunjung.
Di depan area Goa Londa terdapat banyak sekali tau-tau (patung, dalam bahasa Toraja) yang menyerupai wajah asli orang yang meninggal. Secara tradisi Toraja, sebelum jenazah dibuat patung, keluarga yang berduka harus melakukan ritual pemotongan kerbau sebanyak 24 ekor.
Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan lain begitu keluar dalam Gua Londa, ada jalan setapak dengan beberapa anak tangga sampai di sebuah puri yang berada di tengah bukit. Dari atas puri kita dapat melihat pemandangan kubur batu di atas bukit terdapat rongga tempat dimana jenazah disimpan. Penyimpanan di bukit tersebut dilakukan karena kondisi gua sudah penuh dengan peti jenazah.
Bila masuk goa lebih ke dalam barulah kita akan menyaksikan tebing karts yang berongga-rongga. Rongga-rongga tersebut berisi peti jenazah. Di sekitarnya terdapat patung-patung manusia yang dibuat sebagai simbol orang yang jenazahnya disemayamkan di tebing tersebut.
Alasan lain yang melatarbelakangi penyimpanan jenazah di dalam goa atau liang-liang bukit adalah menunggu kedatangan kerabat sang jenazah yang pergi jauh karena sedang merantau. Selain itu juga untuk memberi kesempatan terakhir bagi keluarganya memberikan kasih sayang pada jenazah.
Dahulu, sebelum di disimpan di dalam Goa Londa masyarakat adat Toraja biasanya menyimpan jenazah di Rumah Tongkonan. Penyimpanan jenazah paling lama 36 malam untuk keluarga bangsawan Toraja. Di luar golongan bangsawan, bisa kurang dari itu atau tidak disimpan sama sekali karena upacaranya terlalu singkat.
Ada cerita misteri yang disampaikan pemandu wisata tentang dua goa yang ada disana. Goa Londa dan Goa Lemo, kedua gua ini seperti sepasang kekasih yang bunuh diri karena jalinan cinta mereka kandas tak direstui kedua orang. Sepasang kekasih tersebut masih memiliki hubungan saudara. Ini bisa dilihat dari kedua tulang-belulang mereka yang ditaruh saling berdekatan satu sama lain. []













