Senin, 25 Mei 2026

Ketua MUI Taput Menilai Sosok Nikson Nababan Mampu Memimpin Sumut Ke Arah Yang Lebih Baik

Lugas.net, 29 May 2024, 03:18

Tarutung, LN – Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada), bupati, walikota dan gubernur periode 2024-2029 serentak di seluruh Indonesia akan dilaksanakan pada 27 November 2024 tampak sudah menghangat.

Dikutif dari Mistar.id tampak banyak figur yang muncul untuk memimpin masing-masing daerahnya, termasuk Sumatera Utara (Sumut) sebagai salah satu provinsi yang juga akan melaksanakan pemilihan bupati, walikota dan gubernur secara serentak.

Untuk bursa bakal calon gubernur, beberapa nama yang sudah mulai muncul, baik di media sosial, cetak dan kalangan elemen masyarakat dan telah menjadi topik perbincangan masyarakat adalah Bupati Tapanuli Utara saat ini, Dr Drs Nikson Nababan MSi.

Sejumlah elemen masyarakat, baik dari tokoh agama, tokoh adat, kumpulan mahasiswa ikut memberikan dukungan agar Nikson Nababan bersedia ikut dalam perhelatan bursa Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Sumut 2024-2029.

Salah satunya adalah tokoh agama sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tapanuli Utara, Samsul Pandiangan.

Menurut Samsul, ada beberapa landasan dan dasar pemikiran saya yang mewakili umat Islam dan Ketua Umum MUI Kabupaten Tapanuli Utara yang mendambakan dan menginginkan sosok Nikson Nababan supaya agar bersedia ikut dalam bursa pencalonan gubernur Sumut 2024-2029.

“Antara lain, karena kita telah melihat secara real bagaimana dia berusaha dan berupaya memberikan karya terbaik membangun kabupaten Tapanuli Utara ini ke arah yang lebih baik,” katanya saat diwawancarai Mistar di Komplek Masjid Syuhada Tarutung, Sabtu (23/3/24).

Samsul pun menegaskan bahwa dirinya tak hanya mendukung Nikson maju sebagai bakal calon gubernur.

“Hingga ke tingkat nasional juga kita siap dukung beliau. Karena kita lihat bagaimana ketegasan dan inovasi yang dia miliki sebagai kepala daerah untuk memimpin kabupaten Tapanuli Utara dia laksanakan,” tegasnya.

Samsul menambahkan, Nikson Nababan telah membuat perubahan di sektor infrastruktur, mulai dari membuka akses jalan sampai ke pelosok, serta ikut membantu pembangunan rumah ibadah umat Islam, membangun sarana fasilitas kesehatan serta juga mengembangkan sarana dan prasarana pertanian dan menumbuhkan ekonomi kreatif.

Samsul juga mengaku sudah mensosialisasikan dukungan tersebut kepada umat Islam di Taput melalui jejaring media sosial.

“Yang pasti kita akan tetap menunggu keputusan dari pimpinan partai PDIP dan partai pendukung yang nantinya mau mengusung beliau untuk bisa ikut dalam bursa pencalonan gubernur Sumut 2024,” kata dia.

Samsul juga menegaskan bahwa, sejauh ini pihaknya sudah menjelaskan kepada masyarakat Sumut, khususnya Tapanuli Utara, bahwa jika Nikson Nababan ikut maju di kontestasi Pilkada, maka seluruh elemen masyarakat harus memberikan dukungan dan doa.

“Karena, kalau tanpa itu maka niatan tulus itu sudah barang tentu tidak dapat berjalan dengan arah tujuan,” lanjutnya.

Samsul juga menilai, Nikson Nababan pantas mendapat dukungan dari semua pihak, karena gerak cepatnya dalam mengambil dan menyelesaikan sebuah keputusan dalam tugasnya sebagai bupati.

“Kemudian kita lihat, dia itu dari awal hingga bisa menjadi bupati dua periode dan Ketua DPC PDIP Tapanuli Utara,” imbuhnya.

Nikson Nababan, lanjut Samsul juga juga tidak pernah melupakan sejarah kalau dulunya dia sama seperti masyarakat lainnya yang berangkat dari bawah dengan orang tua hanya seorang guru SD yang harus menghidupi dan membesarkan 7 sanak saudaranya.

“Beliau tetap santun dan perhatian pada siapapun sangat peduli dan saling membantu, seperti halnya dalam hal penganut agama yang ada di kabupaten ini. Tidak pernah dia buat kasih sayang dan perhatian serta perbandingan minoritas dan mayoritas, dan dalam kehidupan sosial juga dia tetap kami lihat selalu bersahaja,” tandas Samsul.

Lebih lanjut disampaikan Samsul, bahwa abang kandung Nikson, yakni Sukur Nababan yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD RI dari Dapil Jawa Barat, akan peduli pada Kabupaten Tapanuli Utara, dengan membantu dan memudahkan bertambahnya anggaran untuk mewujudkan kemajuan pembangunan.

“Bukti nyata sudah bisa kita lihat di lapangan,” sambungnya.

Ketika ditanya, siapa kira-kira yang paling pantas mendampingi Nikson Nababan jika nanti benar-benar maju mengikuti kontestasi Pilgubsu 2024-2029, Samsul mengatakan bahwa komposisi keduanya harus pelangi.

“Maksud saya, kalau Nikson Nababan, Nasrani, maju sebagai Bakal Calon Gubsu maka Bakal Calon Wagubsu bisa dari Ilam atau Hindu dan Budha atau sebaliknya, begitu kira kira menurut amatan saya,” katanya.

Samsul juga menilai, peluang Nikson untuk memenangkan Pilgubsu 2024 sangat mumpuni jika melihat maraknya dukungan yang mengalir.

“Baik itu kita lihat dari komentar komentar di media sosial dan juga publikasi media yang memuat akan niatan beliau mau ikut maju sebagai bakal calon Gubsu. Kemudian kita nantinya lihat bagaimana para pimpinan partai dan koalisi partai menjalankan tim untuk bisa memikat hati para pemilih agar nantinya mau dan bangga memilih Nikson Nababan menjadi pemimpin di Sumut ini,” jelasnya.

Samsul kemudian berpesan agar masyarakat Sumatera Utara bisa menilai dan melihat siapa sebenarnya yang layak dan pantas untuk membangun provinsi Sumatera Utara ke arah yang lebih baik.

“Menurut kacamata saya, hanya Nikson Nababan yang bisa dan mampu mewujudkan semua itu,” katanya.

Ia juga berharap, imek SUMUT (Semua Urusan Mesti Uang Tunai) bisa terhapus ketika Nikson Nababan mendapat kepercayaan oleh masyarakat Sumatera Utara menjadi gubernur.

“Melihat dari pengalaman beliau 2 periode sebagai bupati Tapanuli Utara tidak pernah melakukan pungutan sepeserpun ketika melantik dan mengangkat pejabat dan pegawai di lingkungan kerjanya begitu juga ketika masyarakat melakukan pengurusan dokumen administrasi kependudukan serta dokumen lainnya dia tetap keras menghimbau agar jangan pernah melakukan pungutan sepeserpun pada masyarakat. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *