Senin, 15 Juni 2026

Menerka Perubahan Kurikulum Tahun Pelajaran 2025/2026

Lugas.net, 24 November 2024, 04:14

Oleh : Dr. M. Asholahudin, M. Pd.

Cilegon, LN – Sesuai dengan prinsip dari kurikulum adalah selalu mengikuti perkembangan zaman dan untuk melahirkan generasi pemimpin bangsa yang dapat berkompetisi dengan dunia global, maka wacana kurikulum selalu digaungkan dengan adanya kebijakan pergantian Menteri Pendidikan.

Wacana ini tergulir sampai dengan menjelang akhir tahun pelajaran 2024 s.d 2025 – ini merupakan sebuah konsekuensi yang akan dirasakan seluruh lingkungan di satuan pendidikan. Apakah nanti di tahun pelajaran 2025/2026, kurikulum yang sekarang ini dikenal kurikulum merdeka- berubah atau tidak-. Wacana perubahan kurikulum tentunya diharapkan akan membawa perubahan yang signifikan terhadap kemajuan dunia pendidikan. Niat yang besar untuk memujudkan pendidikan yang lebih meningkat adalah salah satu dengan selalu melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang sedang berjalan.

“Deep Learning “ kata ini sering diungkapkan oleh Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang Baru, Prof Abdul Mu’ti. Setelah dilantik langsung mengungkapkan di media tentang kurikulum “ Deep learning” , tetapi kemudian diubah lagi bahwa “deep learning” bukan sebuah kurikulum tapi pendekatan.

Pengertian kurikulum berdasarkan hasil pengumpulan informasi tentang kurikulum dimulai tahun 1916 oleh John Dewey sampai dengan Peter tahun 1982, kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Di Indonesia, perkembangan kurikulum di mulai pada tahun 1947 s.d tahun 2022 yang dikenal dengan kurikulum merdeka. Kurikulum dari tahun 1947 s.d 1994 bersifat sentralistik yang dikembangkan oleh pemerintah pusat, namun pada tahun 2004 s.d sekarang kurikulum bersifat desentralistik, yaitu setiap sekolah dituntut untuk mengembangkan kurikulum di setiap satuan pendidikan masing masing sekolah.

Kurikulum sangat berperan signifikan dalam dunia pendidikan. Kurikulum bagi guru berfungsi untuk pedoman dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Bagi kepa;a sekolah dan pengawas, kurikulum berfungsi sebagai pengawasan atau supervisi. Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar di rumah.

Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah, dan yang terakhir bagi peserta didik, kurikulum berfungsi untuk pedoman belajar.

Komponen kurikulum yang utamanya ada beberapa komponen, yaitu pertama, komponen tujuan (berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan- dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistim nilai yang dianut masyarakat, dalam skala mikro tujuan kurikulum berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit, seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.

Kedua, komponen isi (berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada setiap isi mata pelajaran. Ketiga, komponen strategi/metode (berhubungan dengan implementasi dan rencana tindakan termasuk pengunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran dan disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Dan terakhir adalah komponen evaluasi (berhubungan untuk melihat efektivitas pencapaian tujuan, apakah sudah tercapai atau belum, dan evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 dan Indonesia berada di peringkat yang kurang menyenangkan dalam bidang matematika , sains , dan membaca . Program PISA ini mewakili sebuah inisiatif global yang melibatkan berbagai negara yang bertujuan untuk mengukur dan membandingkan kualitas pendidikan peserta didik di tingkat internasional.

Tujuan utama PISA tidak hanya sebatas pada pengukuran pencapaian akademik, melainkan lebih jauh lagi yaitu untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kekuatan dan kelemahan sistim pendidikan di masing-masing negara yang terlibat. Dalam konteks ini, PISA berfungsi sebagai alat evaluasi yang memberikan pemahaman kepada para pendidik dan pembuat kebijakan, mengenai efektivitas sistem pendidikan di negara yang dituju, membantu mengidentifikasi kekuatan komparatif sistim pendidikan yang tetap berkinerja baik, bahkan dalam menghadapi guncangan besar seperti pandemi global.

Dengan melihat hasil dari PISA itu, maka apakah nanti kurikulum di Indonesia akan dilakukan perubahan secara total atau secara bertahap. Ibarat sebuah makanan, apabila makanan itu kurang rasa pedasnya, maka tinggal ditambah dengan menu yang pedas. Tetapi kalau mau membuat ramuan yang lain, maka dibutuhkan menu racikan yang baru atau terbaru.

Disinilah kebijakan Pak Menteri yang telah ditunjuk oleh Presiden Prabowo untuk melakukan langkah-langkah yang strategis dan tepat dalam melakukan perbaikan dan percepatan dalam mengimplementasi kurikulum kedepannya. kalau dianggap kurikulum yang sekarang dianggap kurang berdaya saing di dunia global, maka dengan hasil diskusi dan masukan-masukan dari pakar pendidikan dan masyarakat, maka penting untuk dilakukan langkah inovatif kedepannya. Tetapi kalau dianggap sudah dianggap mampu berdaya saing, maka tinggal melakukan yang dianggap penting memajukan sekolah di Indonesia. Apakah dengan memikirkan sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran di sekolah atau dengan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia yang sudah ada.

Sinkronisasi antara hasil yang diperoleh oleh peserta didik dalam program PISA dengan kurikulum yang sekarang, adalah salah satu hal yang penting dilakukan dalam melakukan inovasi program kedepannya. Jika perubahan kurikulum itu dari hasil program PISA. Ataukah ada indikator lain yang bisa dilakukan evaluasi untuk menentukan perubahan kurikulum di kemudian hari. Selamat bekerja Pak Menteri- Membangun Pendidikan yang Berkualitas.(Red)
Ditulis Oleh : Dr. M. Asholahudin, M. Pd (Kepala SMPN Satu Atap Cilegon (Sekolah Penggerak) / Dosen Universitas Al-khairiyah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *