Jumat, 17 April 2026

Wow Keren…!!! TTKKDH Lagi Lagi Mendapatkan Penghargaan MURI Momentum Festival Keceran

Lugas.net, 23 September 2025, 05:12

Cilegon, LN – Festival Keceran Tji­mande yang digelar keluarga besar Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) mencatat sejarah baru.

Dimana pada sabtu lalu 20/09/2025 festival yang dipusatkan di alun-alun Kota Serang ini, berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI),melalui tradisi rujakan dengan jumlah peserta sebanyak 1500 orang.

Festival rujakan TTKKDH bukan hanya pesta budaya, tetapi juga momentum strategis untuk mem­promosikan Banten sebagai daerah yang kaya tradisi.

Kegiatan Keceran yang diselenggarakan kemarin tanggal ,20 September 2025, dalam rangka melaksanakan silaturahmi nasional keluarga besar KESTI TTKKDH sekaligus Flashmob atas Festival Keceran Nasional KESTI TTKKDH 3 tahun, sebelumnya,yang telah dicatatkan secara MURI untuk keempat kalinya secara berturut – turut dimulai sejak :

Di catat MURI dalam agenda ritual budaya organisasi bernama ” Keceran” yaitu meneteskan mata dengan menggunakan air Tjimande , pada Festival Keceran Nasional yang diselenggarakan Di Gedung Gelora Bung Karno Jakarta pada tahun 2022.

Dicatat MURI dalam ritual budaya organisasi bernama ” Jurus Silat Kelid Besar Tjimande” yang diselenggarakan pada Festival Keceran Nasional di provinsi Lampung pada tahun 2023.

Dicatat MURI atas ritual budaya organisasi yang bernama ” Urutan Tjimande” dalam Festival Keceran Nasional yang di selenggarakan di Alun- alun Kota Serang pada tahun 2024.

Pada tahun ini 2025, juga di catat MURI untuk agenda Ritual Budaya Organisasi ” Rujakan dan Jurus Golempangan Tjimande” yang juga di selenggarakan pada Festival Keceran Nasional di Alun-Alun Kota Serang, dimana semula akan di selenggarakan di Kota Cilegon pada tanggal 6 September bahkan bergeser menjadi tanggal 20 September 2025 ini.

Ketua panitia pelaksana Festival Keceran Nasional 2025, Hakim Sulaiman Akbar Senin,22/09/2025.menjelaskan bahwa,

Sehubungan dengan pergeseran Waktu dan tempat penyelenggaraan Festival Keceran Nasional KESTI TTKKDH , sesungguhnya sesuai perencanaan, skema, dan konsep pelaksanaan sudah di baku kan akan dilaksanakan di Wilayah Kota Cilegon,pada bulan September 2025.

“Bahkan semua pihak pemerintah Kota Cilegon beserta jajaran Forkopimda setempat telah melakukan respon dan dukungan yang sangat kuat. Namun sehubungan bahwa diluar kendali pemikiran oleh kepanitiaan, ternyata sejak memasuki bulan September 2025 ini, terjadi sebuah perkembangan situasi dan kondisi eskalasi keamanan dan ketertiban lingkungan di berbagai wilayah termasuk di Banten akibat tragedi 28 Agustus 2025 (Meninggalnya sdr.Affan Kurniawan) dan saat itu terjadi demonstrasi yang bersifat anarkis,” ungkapnya.

“Resiko yang timbul berkaitan dengan eskalasi Keamanan dan Ketertiban lingkungan khususnya di wilayah Kota Cilegon. Tentu hal ini menjadi fokus penting dalam melakukan penilaian resiko secara bersama. Mempertimbang hal itu kepanitiaan kembali untuk berkoordinasi dengan jajaran Pembina dan Ketua Umum
organisasi KESTI TTKKDH juga mengingat masukan dan saran yang masuk, dari seluruh pemangku Kepentingan seperti : jajaran Kepolisian baik di Kota Cilegon dan di polda Banten,serta saran dari pimpinan di PT. Krakatau Steel,” papar,,Hakim.

Agar kiranya dipertimbangkan kembali secara matang dan bersama bahkan di monitor kondisi dan eskalasi Status Siaga, week by week, bahkan Day by Day. Dengan demikian atas dasar monitoring atas semua situasi dan kondisi yang terjadi, diputuskan oleh kepanitiaan bahwa pelaksanaan di Kota Cilegon tidak dapat kami paksakan kecuali beralih tempat di Alun – alun Kota Serang,” imbuhnya.

“Agar tetap mampu menjaga mengendalikan semua situasi,dan kondisi lingkungan,untuk tetap aman dan tertib meskipun masih terdapat potensi yang akan terjadi. Untuk menghindari semua potensi resiko tersebut tentu skema dan konsep penyelenggaraan Festival Keceran Nasional di tahun 2025 di simplikasi ( semula agenda 2 hari menjadi cukup di satu hari kan agar selesai ) dengan tidak mengurangi makna , marwah, dan khidmat penyelenggaraan.” Kata,Hakim

“Pagelaran yang kita tampilkan pada tahun ini,tentu adalah sesuai rencana tetap menampilkan ritual Budaya Golempangan bagi anak anak sekolah ( SD, SMP, dan SMA) sebanyak 1500 peserta, serta menampilkan ritual budaya organisasi Rujakan Tjimande yang dicatat oleh organisasi MURI dunia,”tutupnya.

Ketua DPW. KESTI.TTKKDH Provinsi BANTEN,Hakim Sulaiman Akbar, mengatakan ,”Insya allah dilain kesempatan,semoga Festival Keceran tahun berikutnya, dapat di selenggarakan di wilayah Kota Cilegon,yang mana untuk mengobati atas kesempatan yang batal diselenggarakan,karena situasi serta kondisi keamanan dan ketertiban lingkungan di tahun ini,” Ujarnya.

Lebih lanjut, H.Hulusi Hambali, selaku Ketua DPD .KESTI.TTKKDH Kota Cilegon berpesan , agar TTKKDH di Kota Cilegon terus semangat, eksis ,dan terus berkembang.Ia menuturkan, empat tahun terakhir Kesti TTKKDH selalu berhasil meraih penghargaan dari MURI.

Hadir dalam agenda festival Keceran Nasional 2025, gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, jajaran Kapolda Banten, Jajaran Danrem 064 Banten, dan tokoh ulama Banten seperti,Abuya Muchtadi, KH. Embay Mulya Syarif,
KH. Ariman,serta dihadiri oleh para pimpinan sektor industri seperti,
direksi PT. Krakatau Steel,Agus Nizar Vidiansyah, Pimpinan PT. Krakatau POSCO Cilegon, Iip Arif Budiman, dan pimpinan PT. Lotte Chemical di Cilegon,Mohamad Khalimi, serta unsur unsur yang mewakili pemerintah Kab/ Kota se- wilayah Banten.(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *