Merak, LN – Adanya Pemberitaan soal Ambruk nya crane PT.Taisei Pulauintan Construction International di Proyek Pengembangan Pabrik Kimia yang berlokasi di kelurahan gerem,kecamatan Grogol, kota Cilegon mendapat beragam Tanggapan, saat ini tanggapan datang dari Pusat Informasi Publik Provinsi Banten.
Suriadi Selaku Ketua PIP meminta
Aparat penegak hukum harus segera melakukan penyelidikan terkait hal itu, walaupun informasinya tidak ada korban jiwa namun tetap harus dilakukan penyelidikan,”tegas Suryadi.
Menurut suradi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan kerja tersebut ada lima hal yang harus ditelaah.
“Dari banyaknya kecelakaan kerja pada proyek infrastuktur belakangan ini, bisa dipicu oleh lima faktor,”
Baca Juga : Crane Taisei Ambruk,Pihak HRD “Maaf Saya lagi diluar”Ormas ini menyayangkan Statemen Pihak Taisei
Pertama, yang harus dilihat adalah sisi pekerjanya yang bertugas pada saat kecelakaan terjadi.Pertimbangan waktu, menurutnya juga menjadi penting,Pasalnya crane yang ambruk.
harus kita lihat dulu shift-nya jam berapa saja,Di situ bisa jadi ada faktor kelelahan yang menyebabkan kecelakaan,Itu harus dilakukan dulu,” tambahnya.
Faktor kedua, yang tak kalah penting adalah bagaimana pengawasan atas pekerjaan itu,Saat pekerja melakukan tugas mereka, harusnya ada pengawas di sekitar mereka,Baik itu dari kontraktornya ataupun konsultas pengawas yang juga harus bekerja sesuai SOP (Standard Operation and Procedure).
Faktor lain, lanjutnya adalah kelayakan peralatan kerja yang digunakan. “Apakah alat-alat itu sudah dilakukan pemeriksaan secara baik, layak digunakan, penggunaannya sesuai dengan peruntukan dan kapasitasnya?”.imbuhnya kepada lugas.net Selasa 02/03/2021.
Baca Juga : Crane Milik PT. Taisei Pulauintan Construction International diduga Ambruk.
Terkait soal peralatan, dia juga mengingatkan soal keahlian atau kompetensi operator yang bertugas saat itu. “Apakah dia sudah punya kompetensi sebagai operator atau belum? Ini juga potensial menyebabkan kecelakaan,” ucapnya.
Faktor keempat, adalah metode kerjanya saat pengerjaan proyek tersebut. Dia mempertanyakan apakah analisa keselamatan pekerjaan di dalamnya sudah dilakukan secara benar atau belum. “Lagi-lagi kompetensi. Apakah orang-orang yang melakukan perencanaan kerja itu punya kompetensi yang cukup?” katanya lagi.
Faktor terakhir yang juga berpotensi menyebabkan kecelakaan pada proyek infrastruktur adalah lingkungan seperti cuaca, hujan, dan angin,Karena untuk proses pengangkatan crane, menurutnya faktor angin harus diperhatikan.
Dari semua faktor itu, belum bisa memastikan mana yang menjadi penyebab utama Semuanya, harus dilakukan melalui pengumpulan data, untuk kemudian diselidiki.tandasnya(*red)













