Simalungun, LN – Salah satu yang unik di suku batak adalah kekuatan rasa kekeluargaan, yang mana diakui oleh suku lain yang ada di Nusantara negara Republik Indonesia,oppung Doli Joy Sinaga merupakan keturunan marga Sinaga yang ke 16 yang masih ada, dimana saudara-saudara yang berjumlah 10 bersaudara sampai saat ini hanya Oppung Joy Doli yang masih Tuhan berikan panjang umur.
Hari kematian Isa Al-Masih yang diperingati bagi umat nasrani adalah sebuah momentum bagi anak perantau datang kekampung halaman (kelahiran) hanya untuk melakukan ziarah bagi leluhur yang sudah mengagahadap sang Pencipta.
Hal inilah yang dirasakan pomparan (keterunan OP Uloan Sinaga) yang ke XVII dimana sejauh ini untuk keturunan yang dikarunia 10 anak dimana 8 laki-laki dan 2 perempuan, namun sejauh ini yang diberikan panjang umur oppung joy (Keterunan XVI) anak 4 dari 10 bersaudara.
Badia Sinaga keturunan Oppung Oloan yang ke XVII sangat mengapresiasi bagaimana campur tangan Tuhan terhadap semua keturunan dari Oppung Oloan,pasalnya sampai saat ini sudah ratusan keturunan yang tersebar di beberapa wilayah dan berprofesi beragam, ini bukti bahwa campur tangan Tuhan.
“Saya sebagai generasi ke XVII dari salah satu marga Suku Batak,Sumatera Utara(Marga Sinaga) dimana sejauh ini rasa kekeluargaan masih terasa kuat, hal ini saya apresiasi, ” Kata Badia C.E.O Lugas TV.
“Keturunan dari Oppung saya (Kakek) Keterunan ke XV, yang memiliki 10 anak, sampai saat ini ada 1 yang masih ada(Keturunan XVI) disamping menantu ada 2 orang, bagi saya ini hal yang luar biasa, dimana komunikasi antara keturunan yang memiliki grup whatsapp sangat baik, ” Ujarnya.
“Kalau berbicara jumlah keturunan dari kakek saya(Oppung Oloan),sudah mencapai ratusan, yang mana profesi bermacam-macam,saya bangga menjadi bagian dari suku Batak, ” Ucap Badia Sinaga.
“Anak kekek saya ada 10,terdiri dari 8 Laki-laki dan 2 perempuan,sejauh ini tersisa satu kalau tidak salah anak yang ke 4,yang sudah berumur 79 tahun, ” Tuturnya.
“Menantu ada yang masih hidup, termaksud ibu saya(Oppung Devi Boru) dan bibi saya (Inang Uda) oppung Mandela Boru, tentunya ini merupakan anugrah Tuhan yang luar biasa, ” Ujar Badia Sinaga
“Saya sebagai keturunan oppung Oloan berharap semua keturunan kedepan ini, kuat, kokoh dan memegang adat istiadat yang dipertahankan,dan tentunya disampaikan kepada generasi penerus, ” Pungkasnya.(Red)












